10 Mar 2018 10:15

Indonesia Siap Sambut Putin

MyPassion
Vladimir Putin (AFP)

INDONESIA siap menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden yang menjabat sejak 2012 ini memang dijadwalkan bakal berjunjung ke Indonesia. Kedatangan mantan agen KBG ini adalah balasan kunjungan Presiden Joko Widodo 2016 silam.

Mengawali rencana kedatangan Putin, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bakal bertolak ke Moskow, Rusia. Retno akan bertemu Menlu Sergei Lavrov pada 12-13 Maret mendatang. Agenda yang dibahas salah satunya rencana kunjungan Presiden Putin ke Indonesia.

“Bu Menlu bertolak ke Moskow salah satunya untuk membahas rencana kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia. Meski begitu, sampai saat ini belum ada tanggal pasti mengenai kunjungannya, ya masih dicocokan,” kata juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir dilansir CNNIndonesia.com.

Arrmanatha mengatakan, kunjungan Retno ke Moskow juga sekaligus dilakukan untuk memperkuat kerja sama kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan bebas. “Hubungan Indonesia dan Rusia dalam bidang ekonomi belakangan terus meningkat,” ujar Arrmanatha.

Terlihat dari nilai perdagangan kedua negara yang meningkat 20 persen pada 2017. “Beberapa produk unggulan Indonesia yang diekspor ke Rusia, antara lain adalah produk perkebunan seperti teh, kopi, kelapa sawit, produk tekstil seperti pakaian, dan produk elektronik,” ucapnya.

Dia membeberkan, tahun 2017 nilai perdagangan kedua negara mencapai USD2,5 miliar. Ini meningkat dari tahun 2016 yang hanya mencapai USD2,1 miliar. Selain itu, Arrmanatha mengatakan Retno akan meminta fleksibilitas visa kunjungan bagi warga Indonesia ke Rusia. Pada 2017 lalu ada sekitar 12 ribu WNI yang berkunjung ke Rusia.

Selain isu bilateral, Arrmanatha mengatakan pertemuan kedua menlu juga akan membahas sejumlah isu global yang menjadi perhatian Rusia dan Indonesia. “Tidak terkecuali situasi di timur Ghouta, Suriah, yang masih digempur pasukan Presiden Bashar al-Assad. Rusia adalah sekutu terkuat Damaskus yang ikut mendukung dalam peperangan,” ungkapnya. “Tidak menutup kemungkinan kita akan bahas, karena selama ini pertemuan menlu selalu bahas isu-isu global seperti situasi di Afghanistan, Rakhine, dan lainnya,” pungkas Arrmanatha. (fgn)

Kirim Komentar