09 Mar 2018 10:44

Ngeri, Eks Agen Rusia Ditemukan Kritis Akibat Racun Saraf

MyPassion
Foto Skripal dan Anak Perempuannya (BBC)

MANADOPOST- Sergei Skripal, mantan agen Rusia yang ditemukan dalam kondisi kritis di Salibury, Inggris pada Minggu, (4/3) diduga sengaja diracun menggunakan racun saraf.

Seperti dilansir di BBC pada Kamis (8/3), Skripal yang ditemukan bersama seorang wanita 33 tahun yang ternyata merupakan anaknya sendiri, Yulia. Skripal diracun menggunakan bahan kimia yang menghentikan sistem saraf dan mematikan fungsi tubuh.

Racun tersebut biasanya masuk ke tubuh melalui mulut atau hidung, tapi bisa juga diserap melalui mata atau kulit. Kepala Counter Terrorism Mark Rowley mengatakan, pemerintah telah melakukan penyelidikan lebih lanjut namun belum bersedia mempublikasikan informasi tersebut lebih jauh mengenai jenis racun yang digunakan.

"Kasus ini diperlakukan sebagai insiden besar yang melibatkan percobaan pembunuhan, dengan racun saraf. Kami juga percaya kedua orang ini menjadi target khusus pembunuhan ini," katanya.

Skripal merupakan mantan intelijen militer Rusia. Dia dijatuhi hukuman 13 tahun penjara di Rusia pada 2006 karena tuduhan membocorkan rahasia untuk Inggris.

Dia mendapatkan perlindungan di Inggris, setelah pertukaran mata-mata antara Amerika Serikat dan Rusia pada 2010 hingga dia tinggal di Inggris selama 8 tahun terakhir.

Racun saraf kali pertama dikembangkan neurotoksin oleh ilmuwan Jerman pada 1930-an.

Racun ini menjadi merupakan racun paling berbahaya yang dapat mempengaruhi sistem saraf dengan menganggu komunikasi antara otak, organ utama, dan otot.

(ina/iml/trz/JPC)

Kirim Komentar