09 Mar 2018 14:12
Dongkrak Ekonomi, Atasi Pengangguran

Kuliner Kuasai UMKM Manado

MyPassion

MANADO—Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat penting untuk mendongkrak ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Manado Dr Ir Theddy Lasut MAP mengatakan, jumlah UMKM di Kota Manado setiap tahun terus bertambah.

”Kalau 2016 UMKM ada 16 ribu. 2017 naik menjadi 17 ribu UMKM,” ujarnya. Dia mengatakan, UMKM di Manado terdiri dari usaha bidang kuliner,  bidang fashion, otomotif, agrobisnis, teknologi internet, kerajinan tangan, elektronik gadget, meubel, dan warung. ”Paling banyak berkembang usaha kuliner,” ujarnya.

Menurutnya, UMKM sangat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.  Karena itu dirinya turus mendorong pelaku UMKM untuk konsisten dan mengembangkan usahanya. ”Dengan berkembangnya UMKM di Kota Manado akan mengurangi pengangguran,” sebutnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga mendorong pelaku UMKM menyukseskan program pemerintah menjadi Kota Manado sebagai kota tujuan pariwisata. “Di Manado masih sedikit pelaku usaha yang berjualan souvenir. Kami ingin Manado seperti Bali banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan kunjungan turis dengan menjual hasil kerajinan atau souvenir,” ujarnya. 

Karena itu, pihaknya akan melakukan pendampingan untuk pelaku usaha souvenir dan kerajinan untuk konsistensi dan kreatif lagi. ”Kalau sekarang sudah ada yang berjualan kaus Manado sebagai ole-ole. Kami akan mendorong ini supaya kualitas baju yang dijual itu bagus dan gambarnya lebih berkreasi,” ujarnya.

Begitu juga ole-ole dari batok kelapa, kayu kelapa, bambu, dan sisik ikan. Ini harus dilakukan konsisten. ”Nanti soal pasar, kami akan membantu untuk memasarkan ini di hotel-hotel, mall dan ritel yang ada di Kota Manado,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado   Dra Neivi Lenda Pelealu MSi mengatakan, kunjungan turis di Kota Manado sangat banyak. ”Warga harus memanfaatkan kedatangan turis dengan membuka usaha seperti souvenir dan kuliner,” ujarnya.

Menurut dia, sebab wisatawan yang datang di Manado baik mancanegara maupun lokal ketika pulang akan membawa ole-ole. ”Kami meminta usaha souvenir lebih kreatif lagi. Sementara untuk kuliner tersertifikasi kualitas makanannya supaya tidak membahayakan wisatawan,” pungkasnya.(ite/gel)

Kirim Komentar