09 Mar 2018 08:20
Gelar Operasi Cope West Exercise

Jet Tempur AS Intai ISIS dari Sulut

MyPassion
SIAP-SIAP: Jet-jet tempur super canggih tipe F16 milik US Pasifik Air Force, parkir di Landasan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi, Manado, Kamis (8/3). Tampak pula, para prajurit US Air Force, memindahkan rudal yang terpasang di pesawat F16. Proses ini dilakukan, karena lokasi parkir pesawat tempur berada dekat Bandara Sam Ratulangi. Foto: Rangga Mangowal/MP

MANADO—United State (US) Pasifik Air Force kembali mengirimkan 120 prajurit ke Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (8/3). Mereka akan bergabung dengan 140 prajurit TNI Angkatan Udara (AU) di Pangkalan Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado. Dua angkatan bersenjata beda negara ini, akan menggelar simulasi tempur udara memakai jet-jet super canggih tipe F16.

 

Di sisi lain, menurut informasi, Amerika lagi-lagi memilih Nyiur Melambai sebagai lokasi latihan militer tidak lain untuk memantau pergerakan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Ini tidak lepas dari posisi Sulut berbatasan dengan Filipina, yang menjadi salah satu sarang ISIS.

Komandan Lanudsri Manado Kolonel Navigasi (Nav) Insan Nanjaya tidak menampik hal ini. Menurutnya, kedatangan pasukan Amerika selain menggelar operasi bersandi ‘Cope West Exercise’ juga bertujuan memantau wilayah perbatasan.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan penerbang dan kemampuan efisiensi dalam operasi udara taktis. Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara konflik, latihan ini juga menjadi salah satu bentuk pengawasan dari udara. Karena kita tahu Sulut itu berbatasan dengan negara Filipina yang jadi sarang teroris,” ungkap Nanjaya, saat diwawancarai usai upacara pembukaan di Lanudsri (samping bandara Sam Ratulangi), kemarin sore.

Lanjut Nanjaya, latihan bilateral ini sebelumnya sudah pernah digelar dua tahun lalu. Namun, tahun ini kegiatan latihan akan berupa fighter exercise.

Ditambahkan perwira menengah TNI AU ini, simulasi akan digelar selama dua pekan, 12 hingga 23 Maret. “TNI AU Indonesia sebanyak 140 personel. Sementara Angkatan Udara Amerika 120 personel. Mereka akan melakukan latihan berupa teknik Combat SAR dan Air Combat Manuver,” bebernya.

Combat SAR dijelaskan, merupakan salah satu kemampuan tempur pasukan TNI AU yang sangat jarang dimiliki pasukan militer pada umumnya. Combat SAR adalah misi menyelamatkan pilot tempur yang keluar melompat menggunakan kursi pelontar saat pesawat tempurnya ditembak jatuh. “Jadi misinya adalah menyelamatkan pilot yang mendarat. Karena di setiap medan perang, tidak selalu pilot itu mendarat di tempat aman,” paparnya.

Lebih lanjut, dijelaskan soal latihan teknik Air Combat Manuver atau simulasi pertempuran udara sering disebut Dog Fight. Ini melibatkan pesawat tempur F-16 milik AU dengan pesawat F-16 dari US Air Force. “Nah, latihan ini akan berlangsung di langit Sulut. Tepatnya di atas kepulauan Sanger dan Talaud,” jelas Nanjaya.

Ditambahkan Nanjaya, Lanudsri menjadi fasilitator dalam latihan bersama tersebut. Yaitu, sebagai base operation dari Latma Cope West dan Spear Iron. “Seperti tahun 2016 yang lalu, untuk kegiatan ini Lanudsri menjadi base operationnya. Semua perlengkapan dan persiapan diatur Lanudsri. Hari ini (kemarin) yang datang baru angkatan udara Amerika dengan enam pesawat F-16,” urainya.

12
Kirim Komentar