09 Mar 2018 09:25
Terpanggil Melayani sejak Remaja

Bersua dengan Ketua P/KB Sinode GMIM

MyPassion
Vicky Lumentut

Pnt Dr Vicky Lumentut terpilih menjadi Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM. Ternyata keterpanggilannya dalam pelayanan sejak remaja.

 

Laporan: Yolister Karame/MP

PEMILIHAN P/KB Sinode GMIM Sabtu (3/3) di Jemaat GMIM Sentrum Tatelu Warukapas, Wilayah Tatelu, menetapkan Lumentut sebagai ketua periode 2018-2022. Wali Kota Manado ini menegaskan jika dirinya tak bisa menolak pelayanan karena itu panggilan Tuhan. “Saya mengikuti proses pemilihan. Ketika saya terpilih, harus menerima panggilan Tuhan,” ungkap suami Prof Julyeta Runtuwene, kepada Manado Post, ketika ditemui di Four Points Hotel by Sheraton, Kamis (8/3) kemarin. 

Diceritakan wali kota dua periode ini, menjadi pelayan di gereja bukan karena dia seorang pejabat. Jauh sebelum dipercaya menjadi wali kota, dirinya sudah ditempah dan dibentuk  dalam organisasi pelayanan, sejak masih remaja. “Saya pernah menjadi pengurus remaja dan pemuda kolom. Di GMIM Syalom Karombasan kemudian di GMIM Sion Perak Sorong Pakowa,” sebutnya.

Tidak berhenti sampai di situ, pelayanan berlanjut bersama guru-guru anak sekolah minggu (ASM). Tak heran, Lumentut sampai sekarang masih kerap disapa ‘engku’ oleh para guru ASM. Diapun pernah menjadi Ketua Komisi Pelayanan Anak (KPA) di Jemaat Sion Perak Sorong Pakowa dan Ketua KPA Wilayah Manado Tenggara. ”Setelah itu menjadi Wakil Ketua KPA Sinode GMIM,” ujar mantan birokrat ini. 

Setelah itu, Lumentut dipercayakan menjadi penatua kolom di GMIM Sion Perak Sorong, Ketua P/KB GMIM Perak Sorong dua periode, dan menjadi Ketua P/KB Wilayah Manado Tenggara. ”Saja juga sempat dipilih Wakil Ketua P/KB Sinode GMIM,” ujar Ketua Partai Demokrat Sulut ini.

Karena aturan periodisasi, tahun 2013-2017 dia tak terlibat pelayanan kategorial. Namun mantan Sekkot Manado ini menjadi Majelis Pertimbangan Sinode GMIM. Setelah periodisasi lewat, dirinya kembali terpilih di GMIM Elim Malalayang sebagai Ketua P/KB Jemaat, Ketua P/KB Wilayah Manado Malalayang, dan Ketua P/KB Sinode GMIM. ”Jauh sebelum jadi wali kota panggilan pelayanan sudah ada. Hanya jedah satu periode karena aturan. Setelah itu terpilih lagi,”  ungkapnya.  

Dirinya bersyukur bisa terpilih menjadi Ketua P/KB. Dia mengucapkan terima kasih pada pemegang suara P/KB jemaat dan pengurus P/KB wilayah se-GMIM yang telah hadir di rapat pemilihan dan menggunakan hak pilihnya. “Semuanya berproses dengan baik tanpa ada gangguan. Sudah terpilih struktur P/KB  Sinode GMIM periode 2018-2022 sebanyak 15 personel,” ujarnya.

Diapun berterima kasih pada  Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang memimpin rapat pemilihan ketika itu. “Terima kasih pada Pnt Stefanus Liow yang mengawal P/KB Sinode GMIM selama empat tahun terakhir. Program yang dilaksanakan bagus dan dinikmati P/KB di semua wilayah,” katanya.

Dirinya mendapat tantangan baru melanjutkan pelayanan yang telah diawali Pnt Stefa. Minimal harus  melakukan sebaik apa yang dilakukan sebelumnya. Kalau perlu ditingkatkan lagi. “Saya sudah menyampaikan pada personel yang terpilih kita bekerja dengan semangat dan bawa P/KB bersatu serta maju bersama dalam kerja pelayanan,” ujarnya. 

Dia meminta untuk memisahkan kepentingan politik dengan pelayanan. Masing-masing ada warna dan pilihan.  Tetapi harus menyatu dalam warna pelayanan GMIM. “Kita harus membesarkan  pelayanan P/KB GMIM baik di pelayanan bersifat kerohanian, maupun masyarakat. Karena banyak yang kita harus kerjakan, memperhatikan penyakit sosial masyarakat yang bertumbuh subur. Sebagai kepala keluarga kita harus bertanggung jawab,” paparnya.

Dalam membagi waktu antara tugas pemerintah dan pelayanan, dirinya memiliki 15 pengurus P/KB Sinode GMIM dan sudah ada pembagian tugas. “Saya tentunya sifatnya mengkoordinasi kegiatan. Tidak semua waktu di P/KB. Ada tugas di pemerintah dan keluarga. Karena itu kita harus mengatur waktu dengan baik,” pungkasnya.(***)

Kirim Komentar