09 Mar 2018 09:05

57 Perusahaan Investasi Bodong Dibeber, OJK: Satu dari Sulut

MyPassion

MANADO—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar 57 entitas perusahaan invetasi. Ada satu perusahaan yang diketahui beroperasi di Manado. Yaitu Markas Mavrodian Manado (MMM). Hal ini pun dibenarkan Kepala OJK Wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda.  “Iya memang dari rilis yang dikeluarkan ada satu dari Sulut, tapi selama ini belum ada laporannya,” singkat Pongsoda saat dihubungi harian ini  kemarin.

 

Sementara, Kepala Bidang Pengawasan Pasar Modal, Industri Keuangan Non Bank dan Perlindungan Konsumen OJK Sulutgomalut Ahmad Husain menjelaskan, rilis dari OJK pusat tersebut memang benar. “Mengenai investasi MMM, yang ada di Manado itu belum terdeteksi oleh kami. Karena selama ini belum ada laporan dari masyarakat yang diterima terkait kerugian yang dialami,” ungkapnya.

Namun, dia menekankan kepada masyarakat Sulut agar berhati-hati dan memperhatikan semua jenis investasi yang akan ditawarkan. “Harus mempertimbangkan sisi legal dan logisnya investasi tersebut. Artinya jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi, tanpa menyadari risiko yang akan didapatkannya,” katanya.

Masyarakat menurutnya harus lebih bijaksana. Jika perlu hubungi OJK untuk melaporkan jika ada tawaran-tawaran investasi yang dianggap mencurigakan. “Pastikan perusahaan yang menawarkan produk investasi terdaftar dan diawasi oleh OJK dengan cara menghubungi call enter OJK 157,” sarannya.

Di sisi lain, pengamat hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Toar Palilingan MH mengatakan, investasi bodong merupakan salah satu jenis usaha yang ilegal. Pelakunya pun bisa dijerat dengan pasal penipuan serta penggelapan 372 dan 378 KUHP. “Jika dana tersebut dialihkan menjadi aset pribadi para pelakunya bisa dijerat dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang no 8 tahun 2010. Ada juga undang-undang perdagangan yang akan dikenakan terkait dengan penyalahgunaan izin tempat usaha dan lain sebagainya,” jelas Palilingan.

Dari sisi ekonomi, Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan menyoroti maraknya investasi bodong akan ikut merusak perekonomian. Serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi lain yang legal. Lulusan doktor Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar itu menyinggung, saat ini banyak arisan-arisan yang berbau investasi illegal yang sering dilakukan melalui sosial media. “Saat ini masih marak investasi melalui media sosial. Olehnya masyarakat harus berhati-hati dan terus bijaksana. Agar tidak mudah tertipu dengan investasi yang illegal,” katanya.

Terpisah, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulut selaku wadah pengeluhan konsumen mengungkapkan, selama ini YLKI sering melakukan sosialisasi tentang undang-undang perlindungan konsumen. “Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan sosialisasi yang mengarah pada pendidikan untuk menciptakan konsumen yang mandiri, krtitis, terhadap semua produk konsumsi dan tidak tergiur dengan rayuan iklan ataupun tawaran investasi yang pada akhirnya akan merugikan,” singkat Ketua YLKI Sulut Aldy Lumingkewas. (tr-01/fgn)

Kirim Komentar