08 Mar 2018 10:06
Jadi Tiang Doa Keluarga, Penolong Suami

Mengenal Lebih Dekat Ketua W/KI Sinode GMIM

MyPassion
Adriana Dondokambey

Dra Adriana Dondokambey terpilih Ketua W/KI Sinode GMIM, pada Sabtu (3/3) lalu. Salah satu keterpanggilannya adalah mengatasi masalah perempuan lewat pelayanan gereja dan memberdayakan ibu rumah tangga.

 

Laporan: Angel Rumeen

TANTE Na’, begitu sapaan akrabnya di lingkup DPRD Sulawesi Utara (Sulut), terpanggil melayani W/KI GMIM. Memang sebelumnya, anak keenam dari 10 bersaudara ini sudah aktif di pelayanan W/KI. Tak heran jika dia dipercaya menjadi Ketua W/KI Wilayah Kalawat 2.

Bahkan ketika dikumpulkan dukungan beberapa waktu lalu, Ketua W/KI Jemaat GMIM Bukit Moria Kolongan ini, meraih 818 jemaat. Pelayanan bersama W/KI sudah lama dia jalani. Pensiunan birokrat Pemerintah Kota Bitung ini berujar, ini adalah keterpanggilan hati. “Melayani itu adalah panggilan hati, tulus, dan motivasinya adalah melayani jemaat seperti melayani Tuhan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sulut ini.

Sekilas dia bercerita, latar belakangnya adalah birokrat. Ketika sedang mengabdi di Pemprov Sulut, Tante Na’ diminta Wali Kota Bitung, saat itu Alm Hanny Sondakh untuk menjadi Kepala Bapedalda (sekarang Dinas Lingkungan Hidup, red) di Kota Cakalang. “Saya ikut, seizin Pak Gubernur SH Sarundajang,” sebutnya.

Tantangan berbeda dihadapinya. “Dan saya bersyukur begitu banyak pengalaman bisa dipetik selama tujuh tahun mengabdi di Bitung. Sembari saya juga terpanggil dengan beberapa pelayanan di gereja,” ucap perempuan kelahiran Manado, 3 Agustus 1955 ini. Pada 2014 Tante Na’ terpanggil menjadi wakil rakyat. Dia maju dengan kendaraan PDI Perjuangan (PDI-P) dari daerah pemilihan Minahasa Utara-Bitung. Dia terpilih.

Srikandi yang satu ini sangat disegani. Fraksi PDI-P pun menunjuk Tante Na’ sebagai Ketua Badan Kehormatan. Tugasnya menegakkan Tata Tertib DPRD. Hal itu membuat dirinya wajib menegur para legislator yang melakukan kesalahan. Meski perempuan, Tante Na’ tetap berusaha tegas.

Terkadang dia menginterupsi paripurna sekadar mengingatkan tentang cara berpakaian legislator, dan beberapa aturan lain. Saat posisi Ketua DPRD ditinggalkan Steven Kandouw, rolling alat kelengkapan dewan pun dilakukan. Tante Na’ jadi Ketua Komisi III, yang membidangi pembangunan. Di samping konsentrasi sebagai wakil rakyat, Tante Na’ pun sudah aktif di pelayanan gereja. Tak jarang, konstituen yang menyambanginya di gedung rakyat adalah anggota jemaat. “Semua berjalan beriringan karena keduanya adalah pelayanan. Pertanggungjawabannya pada Tuhan,” ujar istri dari Hendrik Lotulung ini.

Disinggung mengenai isu yang beredar, keterpilihannya di W/KI Sinode berkaitan dengan agenda politik 2019 nanti, yakni pemilihan legislatif (Pileg), perempuan bernama lengkap Adriana Charlotte Dondokambey itu membantah dengan tegas. “Saya sudah dengar kabar tersebut. Tidak benar. Tidak ada hubungan antara pelayanan dengan agenda politik 2019. Saya berada di pelayanan W/KI karena keterpanggilan iman melayani Tuhan,” tegas figur yang didorong masuk bursa Pileg untuk DPR-RI ini.

Bicara soal pelayanan W/KI, dikatakan Tante Na’, perempuan gereja khususnya ibu-ibu bertugas sebagai penopang dan penolong suami, pendoa keluarga, serta pendidik anak-anak. Menurut ibu dari Kevin ini, banyak anak remaja akhirnya terjerumus pada pergaulan negatif. Ibu sebagai pendidik di rumah punya peran mengarahkan anak-anak.

“Di samping itu isu soal kekerasan pada rumah tangga, perceraian, hingga orang ketiga yang marak saat ini, jadi perhatian khusus saya. Saya ingin dalam pelayanan W/KI GMIM, masalah seperti ini diangkat, dicarikan solusi, dicegah jangan sampai terjadi,” ujar kakak kandung Gubernur Olly Dondokambey ini.

Salah satu langkah yang akan diambil calon oma dari putra semata wayangnya Kevin ini, adalah dengan memberdayakan ibu-ibu aktif dalam kegiatan-kegiatan W/KI. “Pemberdayaan ekonomi kreatif di lingkup W/KI akan kita genjot,” tuturnya. Pada seluruh W/KI GMIM dia berpesan untuk selalu mendahulukan Tuhan, membina keluarga Kristen, sebagai ibu-ibu menjadi pelopor doa dan ibadah pagi sebelum menjalankan aktivitas dan setiap pada Firman Tuhan serta suami. “Semoga pelayanan W/KI Sinode GMIM terus diberkati Tuhan,” tandasnya.(***)

Kirim Komentar