07 Mar 2018 09:29

Pilrek Unsrat Bermasalah, Menteri Turun Tangan

MyPassion

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyoroti pemilihan rektor (Pilrek) Unsrat.  Menurut Nasir Pilrek Unsrat periode 2018-2022 harus mengikuti aturan yang berlaku. Bahkan setiap calon memiliki hak yang sama untuk bersaing. “Semua harus diberikan hak yang sama, sepanjang belum ada pelanggaran dari perundang-undangan yang ada,” kata Nasir, seperti dilansir beritasatu.com.

Dia memerintahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti  Ainun Naim untuk menyelesaikan masalah Pilrek Unsrat serta meminta Senat Akademik Unsrat mencantumkan nama delapan calon yang sebelumnya. “Saya sudah pemerintahkan pak sekjen untuk segera menyelesaikan masalah ini. Tidak boleh, mereka mengajukan hanya tujuh dari delapan calon yang ada,” ujarnya. Dia berharap proses Pilrek Unsrat berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Serta tidak diboncengi kepentingan pihak mana pun.

 

Terpisah, Ketua Senat Akademik Unsrat Prof Dr Ir Janny Dirk Kusen MSc dikonfirmasi mengenai perintah Menristekdikti, mengakui belum ada kepastian yang jelas hitam di atas putih. “Artinya hingga saat ini saya belum ada petunjuk langsung mengenai pernyataan Menristekdikti tersebut,” akuhnya.

Dia menjelaskan, kalau pun ada perintah langsung pihaknya siap untuk mengakomodir menjadi delapan calon. Tapi dikatakannya untuk tahapan sekarang menunggu tiga besar calon dari putusan dari Kemenristekdikti. “Kami siap untuk mengikuti petunjuk menteri. Mau jadi delapan atau tujuh calon tidak masalah karena sekarang sudah ranahnya Kemenristekdikti,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Kemenristekdikti Putu Sunika saat dihubungi wartawan Manado Post, Selasa (6/3) kemarin, membenarkan kasus tersebut sedang dalam kajian oleh kementerian. “Ya benar, permasalahan ini sedang ditangani pimpinan. Namun, untuk rincian dan langkah ke depan, kami masih menunggu keputusan pimpinan dalam hal ini pak menteri,” pungkasnya.  (ela/ran)

Kirim Komentar