07 Mar 2018 09:03
Pnt Pris: Sejak Akhir 2016 Saya Bergumul untuk Posisi Ini

Bersua dengan Ketua Komisi Pemuda GMIM

MyPassion
PRIBADI RAMAH: Selain pelayanan, Pnt Pricillia juga peduli dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai anggota Tim 1.000 Guru Manado.

Tadinya, dr Pricillia Tabita Tangel berpikir, menapaki pucuk pimpinan pelayanan tidak mudah. Apalagi dia perempuan. Namun, keberaniannya muncul ketika kepercayaan terus bergulir.

 

Laporan, Revliando Abdilah

RATU Ester menjadi suri tauladan Penatua Pris untuk melayani. Ketua Komisi Pemuda Wilayah Winangun Manado ini kemudian memantapkan diri untuk maju menjadi Ketua Komisi Pemuda GMIM. Saat ditemui di sela-sela pertemuan dengan komposisi KPSG periode 2018-2021, penatua kelahiran Dili 1991 ini, menyatakan kesaksiannya.

“Memang saya bergumul dalam beberapa tahun ini, tentang seorang Ratu Ester. Tentang bagaimana dia berani bertindak, tidak hanya sekedar berdoa. Namun mampu mengambil keputusan yang dianggap sangat tidak mungkin, tapi nyatanya itu yang membuat perubahan besar bagi bangsanya,” kata pena Pris panggilan akrabnya.

“Jadi saya percaya, Tuhan tidak pernah melihat laki-laki atau perempuan, ketika dipilih menjadi saksinya. Dan yang membuat lebih termotivasi, melihat perempuan itu banyak terjun di pelayanan. Namun biasanya sebagai perempuan, sangat sulit untuk menempati pucuk pimpinan. Maka ketika diberikan kesempatan dan dorongan serta kepercayaan yang luar biasa, saya memberanikan diri untuk maju sebagai ketua KSPG. Memang berat, tapi harus dijalankan dengan penuh keyakinan. Bahwa Tuhan tetap memberikan jalan bagi hambaNya,” ungkap calon spesialis anestesi ini.

Dia yakin, kepekaan seorang perempuan, dapat menjadi modal tersendiri memimpin sekira pemuda di 960 jemaat GMIM. “Pemuda GMIM adalah organisasi yang besar. Sebenarnya kerinduan terbesar adalah, pertumbuhan iman menyeluruh yang nyata. Sekali lagi, pertumbuhan iman secara radikal. Ini merupakan dasar paling penting,” ungkapnya. “Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Terkadang bukan hanya satu alasan, tapi terdiri dari beberapa alasan.”

Lanjut dokter alumni Fakultas Kedokteran ini, dorongan terbesar adalah dari keluarga. “Sejak akhir 2016, saya bergumul untuk posisi ini. Tapi sambil profesional sebagai seorang dokter. Setelah selesai program internship dokter Indonesia di rumah sakit Noongan. Bersamaan juga dengan pemilihan di wilayah dan jemaat. Pun dukungan semakin mengalir. Banyak konsultasi dengan orang terdekat,” tuturnya.

Dia pun semakin yakin, saat ini kehidupannya adalah di pelayanan anak muda. Dorogan terbesar adalah orang tua. “Ada pesan mama, bahwa kita dibesarkan dari pelayanan, kita hidup dan bisa berhasil dari pemberian jemaat. Karena saya dari latar belakang keluarga pendeta. Jadi ketika ada kesempatan melayani di ladang yang lebih luas, tidak ada alasan lagi untuk menolak ini. Jadi hanya karena kemurahan Tuhan, biasa berada di titik ini,” tambahnya.

Dia ingin merangkul seluruh pemuda yang ada di kota besar maupun pelosok. “Saya percaya tidak ada yang kebetulan. Saya terpilih di Jemaat Makasili untuk memimpin pemuda ke depan. Daerah yang agak jauh dari jangkauan jarak. Dan ini yang terpikir, saya mulai pelayanan di Makasili, berarti kita juga harus memperhatikan dareah pelayanan yang saat ini terpinggirkan. Benang merah yang saat ini saya amati, adalah kurangnya pemerataan pelayanan pemuda di daerah. Saya berharap di periode ini, kita bisa sama-sama mengawali yang baik di Makasili dan merangkul diseluruh pemuda di pelosok GMIM,” ungkapnya.

Harapan besar saat ini berada di pundak Tangel. Pun menjadi harapan kedepan yang lebih baik, bagi pelayanan pemuda. Hal ini disampikan Penatua Toar Pangkey. “Ke delapan ini, merupakan perempuan pertama sepanjang sejarah. Sebab lebih dari 30 tahun, pemuda sinode GMIM dipimpin oleh sosok laki-laki. Maka harapan baru dipimpin perempuan pertama. Karena ada hal-hal, yang belum tersentuh dari kepemimpinan seorang laki-laki. Apa itu, kami nantikan dan sangat berharap, di era kepemimpinan Penatua Pris ini, akan ada terobosan-terobosan baru. Mungkin pemberdayaan perempuan yang nantinya akan lebih dikembangkan lagi,” tutupnya. (***)

Kirim Komentar