06 Mar 2018 09:58

R3D Terang-terangan, IvanSa-CNR Silent Operation

MyPassion
Ilustrasi

MINAHASA—Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa paling menarik disimak. Pertarungan dua partai besar, PDI Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golkar (PG) ada di daerah ini. Gengsi Ketua PDI-P Sulut Olly Dondokambey pun tergambar di Pilkada Minahasa. Apalagi calon yang diusung adalah bekas anak buahnya di Pemprov Sulut Royke Roring dengan posisi calon bupati dan di calon wakil bupati ada kakak kandungnya, Robby Dondokambey (R3D).

 

Di kubu lain, ada incumbent Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang (IvanSa) yang masih lekat dengan figur sang ayah, Gubernur Sulut dua periode Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Pasangan IvanSa tak kalah hebat. Careig Naichel Runtu (CNR), putra sulung Bupati Minahasa dua periode Stefanus Vreeke Runtu. Tak heran, di masa kampanye ini dua kubu mulai saling mengeluarkan strategi.

Keduanya memiliki gaya tersendiri merebut simpati masyarakat. IvanSa-CNR lebih memilih blusukan ke masyarakat lapisan bawah sebagai metode mengumpulkan simpati massa. Paslon ini sering terlihat di rumah kopi, acara syukuran, acara duka atau pun acara suka. IvanSa-CNR pun belum pernah sekalipun melakukan kampanye terbatas.

Ketua Tim Pemenangan IvanSa-CNR Eric Mingkid membenarkan cara pendekatan pasangan usungannya. Dia mengatakan, hingga saat ini IvanSa-CNR belum melakukan kampanye terbatas. “Banyak relawan atau pendukung bertanya-tanya, kenapa paslon IvanSa-CNR tak pernah melakukan kampanye terbatas. Itulah strateginya,” beber Mingkid.

Dia melanjutkan, hingga saat ini, pasangan usungannya lebih memilih blusukan. “Kampanye sesuai jadwal dapil namun melalui kunjungan pribadi. Selain tidak memerlukan izin bisa lebih efektif. Tidak perlu mengadakan kampanye terbatas,” ucap Mingkid.

Menurutnya metode ini lebih menekankan pendekatan emosional dengan konstituen. “Selain itu, kita mengusung metode kampanye santun. Di mana, kita menekankan terkait kesantunan berpolitik,” ucapnya.

Terkait show force, dia mengatakan belum saatnya. “Masa kampanye masih lama. Ada empat bulan. Kita tidak mau gegabah. Kita harus melihat dulu peta kekuatan. Nanti ada saatnya kita menunjukkan massa IvanSa-CNR,” katanya. Untuk sekarang, pihaknya tidak melakukan pengumpulan massa. Salah satu tujuannya, untuk melihat siapa yang benar-benar mendukung. “Karena sejak awal kita tidak menjanjikan apa-apa. Kita akan melihat siapa yang memang betul-betul loyal dan menjadi pendukung kita,” tegasnya.

Dari pantauan, pasangan nomor urut dua R3D lebih terlihat buka-bukaan. Masa kampanye pertemuan terbatas benar-benar dimanfaatkan. Tiada hari tanpa turun ke masyarakat. Entah itu untuk kampanye dialogis, bertemu di tempat-tempat umum seperti pasar, hingga menggelar bakti sosial.

Baik Roring maupun Dondokambey, sering menghadiri undangan-undangan masyarakat Minahasa di semua pelosok. “Ini bagian dari sosialisasi kami sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Minahasa. Kami butuh dukungan masyarakat, di samping kami juga ingin menyosialisasikan apa yang jadi visi dan misi ke depan,” papar Roring, didampingi Dondokambey.

12
Berita Terkait
Kirim Komentar