24 Feb 2018 09:52

Perbankan Wajib Dukung UMKM Daerah

MyPassion
BUTUH DUKUNGAN: Pelaku UMKM perlu mendapat support penuh baik dari pemerintah maupaun perbankan baik dengan pendampingan serta kemudahan fasilitas kredit mikro dan menengah. Foto: Foggen Bolung/MP

MANADO—Perbankan baik bank umum konvensional (BUK) maupun bank perkreditan rakyat (BPR) diwajibkan menggenjot sektor kredit produktif. Dalam hal ini kredit UMKM. Bahkan, Bank Indonesia (BI) mewajibkan perbankan menyalurkan kredit khusus UMKM paling sedikit 20 persen dari total penyaluran kredit. “Kita menargetkan, tahun ini penyaluran kredit prorduktif, khususnya UMKM akan menyentuh angka 20 persen dari total shared kredit perbankan,” sebut Kepala BI perwakilan Sulut Soekowardojo.

Penegasan BI selaras dengan dukungan otoritas jasa keuangan (OJK) selaku instansi pengawasan. Ketua Dewan Komisioner OJK RI Wimboh Santoso saat menghadiri pertemuan nasional Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) di Manado beberapa waktu lalu mengungkapkan, perbankan harus terus menggenjot sektor kredit produktif.

Dalam hal ini kredit UMKM. “Masyarakat yang secara komersil tidak dapat dibiayai oleh jasa keuangan formal, itu akan kami ciptakan skema pembiayaan yang sangat murah dan gampang, tanpa adanya jaminan,” ungkap Santoso.

Dirinya tak menampik, masih banyak pengusaha kecil yang belum berkembang akibat keterbatasan modal. “Hal inilah yang akan menjadi fokus kami. Kedepannya kami akan bekerjasama dengan pemerintah dan perbankan agar para pelaku UMKM ataupun masyarakat kecil bisa terus berkembang,” sebutnya.

Di sisi lain, Direktur Utama (Dirut) Bank Sulut Gorontalo (BSG) Jeffry Dendeng menuturkan, pihaknya akan terus menggenjot penyaluran kredit produktif. Walaupun, dia mengakui masih lebih banyak menyalurkan kredit konsumer. Namun dia berjanji akan terus meningkatkan pemberian kredit produktif. “Tahun lalu, shared penyaluran kredit produktif berada di angka 12 persen,” bebernya.

Angka ini menurutnya sudah mengalami kenaikan yang signifikan. “Tahun 2016 masih di angka 5 persen. Tahun ini sudah menyentuh dua digit,” pungkas Dendeng sembari menargetkan akan terus menambah alokasi penyaluran kredit produktif.

Peryataan tersebut pun disambut gembira para pelaku UMKM Sulut. “Saat ini mau pinjam uang di bank pun susah. Apalagi kalau bunga yang ditawarkan tinggi. Jadi kami para pelaku UMKM sangat terbantu jika OJK dan BI mendorong perbankan agar meningkatkan penyaluran kredit UMKM,” pungkas pelaku UMKM, Clif Oroh.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Happy Korah melalui Kepala Seksi Restrukturisasi Alexander Rompis mengatakan, pihaknya sudah melakukan program untuk pengembangan UMKM. “Kita mencari sekira 30 UMKM potensial kemudian mereka kami inkubasi. Artinya kami berikan pengetahuan mengenai menejemen dan teknologi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, potensi usaha UMKM di Sulut pertumbuhannya bagus. “UMKM lagi tren sekarang. Apalagi untuk sektor kuliner dan oleh-oleh,” ungkapnya sembari berharap, pelaku UMKM harus melihat peluang. “Manfaatkan peluang yaitu dengan melihat potensi apa yang masih terbuka apalagi dengan pembiayaan yang kian dipermudah,” pungkas Rompis. (tr-01/tr-05/fgn)

Kirim Komentar