24 Feb 2018 09:55

Lima Hotel Manado Sarang Prostitusi, 12 Orang Diamankan

MyPassion
MALU-MALU: Para pelaku prostitusi yang ditangkap petugas Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulut. Jumat (23/2) kemarin, mereka diperiksa di ruangan penyidikan. Foto: Rangga Mangowal/MP

MANADO—Sarang prostitusi di Kota Manado ternyata ada di sejumlah lokasi. Hasil pengungkapan Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut, ada lima hotel, satu penginapan dan satu kos-kosan, sering dijadikan lokasi ‘eksekusi’ para pelaku.

“Awalnya saat tim sedang patroli cyber, kami mendapati informasi soal prostitusi melalui salah satu aplikasi smartphone yang bisa didownload secara bebas,” ungkap Kasubdit Cybercrime Polda Sulut AKBP Iwan Permadi, di Mapolda Jumat (23/2) kemarin.

Dari informasi tersebut, penyidik pun menarik kesimpulan jika Sulut khususnya Manado, marak terjadi prostitusi online. “Dari informasi tersebut, kami buat penyelidikan dengan cara menyamar menjadi pelanggan. Akhirnya menangkap beberapa perempuan termasuk mucikarinya,” ujarnya.

Kata Permadi penangkapan terjadi di beberapa lokasi. Yaitu hotel GC, SWD, DVK, PRC, hingga hotel BLV. Kemudian penginapan RCD, dan kos-kosan HF. “Sampai sekarang sudah 12 orang diamankan. Terdiri dari 9 perempuan dan 3 orang laki-laki sebagai mucikari,” beber perwira dua melati ini.

Sementara itu, ketika ditelusuri, dalam aplikasi tersebut semua orang bebas melakukan kontak langsung dengan para wanita penghibur. Kebanyakan dari mereka bahkan ada yang sudah mengekspos beberapa foto untuk menarik perhatian pelanggan. Tak hanya itu, beberapa juga dengan terang-terangan memampang tarif di akun profil.

Salah satu perempuan berinisial KP (20), ketika diwawancarai mengaku, kebanyakan yang memesan berasal dari luar Manado. “Paling banyak dari Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kalau dari Manado kadang,” ungkapnya, dalam ruang interogasi Subdit Cyber Crime Polda kemarin.

Ditanya apa pernah melayani pejabat? Dirinya mengaku tidak pernah kenal dekat dengan pelanggan. “Kalau sekali main untuk 60 menit satu juta setengah. Kalau lebih lama, bisa satu juta lebih. Itu juga sudah termasuk hotel. Saya tidak tahu kalau mereka pejabat atau bukan,” sebutnya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan, para pelaku diancam dengan penerapan Undang-Undang Pornografi pasal 29 jo pasal 4, Pasal 30 jo Pasal 4, serta pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” pungkas perwira tiga melati ini, sembari menyebutkan para tersangka masih diperiksa penyidik guna mencari tahu apa ada jaringan lain.(***)

Kirim Komentar