23 Feb 2018 14:40

25 Kasus Pelecehan Perempuan Terjadi di Minahasa

MyPassion
Ilustrasi

MINAHASA—Sebanyak 25 pelaporan kasus pelecehan terhadap perempuan diterima Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Minahasa selang Maret hingga November tahun lalu. Dari 25 kasus ini, dua diantaranya kasus pelecehan yang melibatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDPT), dan satu kasus trafficking. Kepala Dinas PPA Kabupaten Minahasa Debby Bukara mengatakan, walaupun kecil, namun jumlah ini cukup mengkhawatirkan. “Kita akan terus berupaya agar bisa ditekan, kalau bisa tidak ada kasus,” ungkap Bukara.

 

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini menuturkan, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat penting. Khususnya memberikan pemahaman dan masukan untuk menekan jumlah pelecehan terhadap perempuan dan anak. “Kami terus melakukan sosialisasi perlindungan perempuan dan anak di desa-desa dan di tempat-tempat ibadah,” kata Bukara.

Tujuannya, agar masyarakat lebih menghormati kaum perempuan. “Kita juga bekerjasama dengan pihak kepolisiann untuk pendampingan jika kasus kekerasan dan pelecehan masuk sampai ke ranah hukum,” sebutnya. Intinya dia mengungkapkan, perlu adanya saling pengertian antara keluarga, khususnya suami dan istri.

Sementara, Ketua TP PKK Minahasa Dr Olga Sajow-Singkoh dalam beberapa kesempatan juga terus menyinggung soal kekerasan terhadap perempuan. Dr Olga yang merupakan istri dari Bupati Jantje Wowiling Sajow ini mengajak semua pihak agar mencegah terjadinya hal-hal seperti ini.

“Jumlah ini harus ditekan. Karena itu, perlu peran baik dari lingkungan sekitar, orang tua, bahkan, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” sebut Dr Olga.  Dia pun dengan tegas menolak tindakan-tindakan pelecehan dan penganiayaan terhadap perempuan. “Kita semua berharap kasus-kasis penganiayaan ataupun KDRT akan berkurang,” harapnya. (ctr-02/fgn)

Kirim Komentar