22 Feb 2018 10:02
Terima Medali Rusia, Jadi Warga Kehormatan

Mengenal Lebih Dekat Dubes Djauhari Oratmangun

MyPassion
KEBANGGAAN: Dubes RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun dan istri Elsiwi Handayani-Oratmangun, bersama Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, usai pelantikan di Istana Negara.

Djauhari Oratmangun salah satu putra Sulut yang berjaya di pentas nasional dan internasional. Kini, dia mengemban tugas sebagai dubes Indoneisa untuk RRT dan Mongolia.

Laporan: Rangga Mangowal, Manado

MUNGKIN masih ada yang tidak tahu Djauhari Oratmangun bedarah Sulut. Ayah tiga anak ini kelahiran Beo, Talaud, 22 Juli 1957 silam. Namun, di Beo dia tidak lama. Masa kecilnya lebih banyak di Ambon. Pendidikan SD hingga SMA ditamatkan di sana.

Djauhari muda melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada 1981. Setelah lulus, dia masuk Sekolah Dinas Luar Negeri dan lulus Angkatan IX pada 1984.

Djauhari kemudian melanjutkan Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar negeri  dan lulus Angkatan XXVIII pada 2002.

Karirnya bekerja di Kementerian Luar Negeri diawali dengan menjabat kepala seksi pada Direktorat Kerjasama Ekonomi Multilateral, 1984. Berkat kepintaran dan keuletannya, dia sempat menjabat Kepala Sub Direktorat untuk Perundingan Perdagangan dan Keuangan Internasional (WTO, UNCTAD, IMF dan World Bank) pada Direktorat Kerjasama Ekonomi Multilateral, 1998.

Tak berselang lama, dia dipercaya menjadi Counsellor/Minister Counsellor, Kepala Bidang Ekonomi Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York. Ini menjadi awal karirnya sebagai seorang diplomat.

Djauhari yang akrab disapa Joe itu juga pernah selama empat tahun menjadi Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda dari 2004 hingga 2008.

Pencapaian demi pencapaian diraih Djauhari. Pada 2012 hingga 2016 dia dipercaya sebagai dubes luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia. 

“Saya sebelumnya juga sempat menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk isu-isu strategis. Ya, semua pencapaian ini adalah pengalaman-pengalaman yang juga membanggakan bagi saya,” ungkapnya kepada Manado Post, Rabu (21/2).

Djauhari juga sarat prestasi, saat menjabat dubes Indonesia untuk Rusia. Bahkan, Djauhari sempat menerima medali penghargaan.

“Itu tanggal 5 Februari 2016. Saya terima penghargaan Sovyet Federatsii 20 Let atau Dewan Federasi 20 Tahun. Penghargaan itu diberikan oleh Ilya Umakhanov selaku Wakil Ketua Dewan Federal Rusia. Menurut saya itu pengalaman yang membanggakan karena berhasil meningkatkan hubungan kerjasama parlemen kedua negara saat itu,” ceritanya.

Tak sampai di situ, suami dari Elsiwi Handayani Oratmangun ini juga meraih gelar warga kehormatan dari Universitas Don State Technical University di Rostov on Don, Rusia.

Saat ini, Djauhari telah resmi dilantik menjadi dubes Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia. Sebagai dubes, dia optimis mampu meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara.

“Tentunya dengan mengemban tugas yang baru ini, sebagai dubes harus menjadi jembatan untuk kedua negara. Membangun kerjasama yang baik antar dua negara dalam segala bidang. Hubungan baik harus terus dijaga karena banyak sekali warga negara indonesia yang sedang mencari nafkah dan bersekolah di sana. Jadi mereka juga perlu kita perhatikan,” pungkasnya. (***)

Kirim Komentar