21 Feb 2018 14:58

Menara 9,9 Miliar jadi Ikon Tomohon

MyPassion
IKON KOTA: Ketua BPMS GMIM Pdt HWB Sumakul bersama Wali Kota Jimmy Eman didampingi Forkompimda melepas burung merpati sebagai simbol damai dan kerukunan umat beragama, dirangkaian peresmian ikon kota Tomohon, Menara Alfa Omega, Selasa (20/2), Kemarin. Foto:Julius Laatung/MP

TOMOHON—Menara Alfa dan Omega Tomohon diyakini bakal menjadi ikon kota yang dijuluki kota bunga ini. Berada di pusat kota, menara dengan banderol Rp 9,9 miliar ini bakal menggerakkan sektor pariwisata.  Pemerintah Kota (pemkot) Tomohon yakin, dengan bertambahnya fasilitas penunjang mampu mewujudkan cita-cita Tomohon sebagai destinasi wisata dunia.

“Konsepnya wisata religi, bertahap ada tambahan fasilitas umum di sekitar menara ini. Plus memperkuat fondasi Tomohon sebagai kota yang dikenal toleran dan pusat religi,” ungkap Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman usai meresmikan menara Alfa Omega, kemarin (20/2).

Dirangkaikan dengan peringatan dua tahun kepemimpinan  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Syerly Sompotan, peresmian menara ini diharapkan bisa menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional. “Menara ini harus dijaga dan dirawat. Bukan sedikit anggaran yang kita keluarkan,” imbuh Eman.

Sementara, Staf Ahli Bidang Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Andre Sumual yang ikut hadir dalam peresmian kemarin menambahkan, ada tiga faktor yang wajib dimiliki daerah dalam hal pengembangan pariwisata. “Accessbility, atraction dan amenity. Artinya, akses lokasi wisata bisa dijangkau, punya agenda kegiatan tahunan yang menarik dan unik. Turis sukanya yang berbau budaya dan seni pertunjukan. Nah, yang terakhir dan tidak kalah penting yaitu dukungan sarana seperti hotel dan homestay,” papar Sumual.

Selain hal tersebut, dia melanjutkan, pemerintah juga wajib membekali sumber daya manusianya dengan pengetahuan berbahasa asing. Ada rasa nyaman bagi wisatawan jika orang lokal mampu berkomunikasi sesuai bahasa para pelancong. “Misalnya, ada pelatihan dari lembaga atau dinas yang kompeten. Minimal bahasa Inggris lah. Kalau sekarang yang intens datang Tiongkok, berarti wajib belajar bahasa Mandarin juga,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Masna Pioh menyatakan, upaya Pemkot Tomohon mendorong sektor pariwisata mendapatkan respon positif dari pemerintah pusat. “Kita baru saja dapat bantuan dana untuk TIFF sebesar Rp 1,5 miliar. Kami akan mempersiapkan agenda tahunan ini makin semarak lagi,” pungkas Pioh. (jul/fgn)

Kirim Komentar