20 Feb 2018 11:10

Nazaruddin Kembali “Bernyanyi” dalam Sidang Setnov

MyPassion
Muhammad Nazarudin bersaksi di sidang perkara dugaan korupsi e-KTP (Dok. JawaPos.com)

Mantan bendahara umum (bendum) Partai Demokrat M. Nazaruddin akhirnya dihadirkan dalam sidang Setya Novanto (Setnov), kemarin (19/2). Terpidana korupsi wisma atlet Palembang itu pun kembali menyeret sejumlah nama politisi yang ditengarai menerima aliran duit ijon proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Nama mantan Wakil Ketua Komisi II Ganjar Pranowo yang paling sering disebut Nazar dalam sidang yang dimulai pukul 10.00 tersebut. Nazar menyebut Gubernur Jawa Tengah itu menerima USD 500 ribu dari e-KTP. Nazar mengaku melihat sendiri penyerahan uang itu di ruang Mustoko Weni, mantan anggota Komisi II DPR yang saat ini sudah meninggal.

”Di ruang Mustoko Weni (penyerahan uang) ada Pak Ganjar,” ungkap dia. Nazar pun tetap pada keterangan itu meski hakim menyatakan bahwa Ganjar membantah penerimaan uang tersebut pada persidangan sebelumnya. ”Saya tetap pada keterangan saya (Ganjar menerima),” ujarnya.

Selain Ganjar, Nazar juga mengaku ikut menyaksikan penyerahan uang e-KTP untuk mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap. Nilainya juga sama, USD 500 ribu. Selain dua politisi tersebut, Nazar mengaku hanya mengetahui nama-nama penerima fee e-KTP dari catatan Mustoko Weni dan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Meski mengungkap penyerahan uang, Nazar tidak mau bicara banyak soal peran Setnov dalam kasus e-KTP. Padahal, beberapa peran itu pernah dia sampaikan di berita acara pemeriksaan (BAP) di penyidikan. Misal soal indikasi Setnov mengintervensi pembahasan anggaran proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012. ”Kalau saudara terdakwa (Setnov) saya nggak tahu,” kilah Nazar.

Bukan hanya itu, terkait isi BAP tentang pertemuan di ruangan Setnov di lantai 12 gedung DPR terkait e-KTP, Nazar justru mengaku lupa atas BAP tersebut. Padahal, BAP itu dia buat sendiri. ”Ini benar keterangan saudara? Waktu menandatangani BAP, saudara membaca sendiri atau penyidik (yang membacakan)?,” tanya jaksa KPK Abdul Basir. ”Iya, sesuai BAP,” jawab Nazar.

Tak hanya dengan jaksa dan hakim, Nazar kemarin juga sempat saling bantah dan berdebat dengan saksi politisi lain, yakni mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Markus Mekeng. Hal yang diperdebatkan adalah soal kepastian kapan dana optimalisasi dan penandatangan surat multiyears e-KTP dilakukan.

”Dalam kepemimpinan saya tahun 2010 sampai 2012 tidak pernah ada optimalisasi untuk e-KTP. Saya yakin karena Nazaruddin tidak pernah hadir dalam rapat pembahasan selama menjadi anggota DPR,” celetuk Mekeng. Nazar pun membalas dengan santai. ”Mungkin Pak Mekeng nggak lihat, kan ada dokumen,” bantah Nazar.

123
Kirim Komentar