19 Feb 2018 11:02

Biaya Murah, Angkutan Laut Masih Favorit

MyPassion

MINAHASA—Setiap tahun, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan laut, khususnya di Manado terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, untuk jumlah penumpang kapal laut di pelabuhan Manado, mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Atas hal ini, pengawasan baik penumpang maupun kelayakan kapal penting dilakukan. Pengawasan yang baik akan penumpang maupun kelayakan kapal akan membuat kepercayaan penumpang terhadap otoritas ikut naik.

 

Di sisi ekonomi, angkutan laut yang masih jadi favorit menandakan mobilitas warga Sulut cukup tinggi. Baik melalui angkutan udara ataupun angkutan laut.

Pengamat ekonomi Sulut Jantje Tinangon mengatakan, dari aspek ekonomi kapal laut bisa lebih menghemat biaya karena harganya yang lebih murah. Selain itu juga kapal laut merupakan transportasi yang bisa menghubungkan beberapa pulau, sangat berbeda dengan pesawat.

Dirinya mencontohkan, untuk masyrakat yang ingin pergi ke Kepulauan Sangihe, akan lebih efisien menaiki kapal laut dibandingkan pesawat. “Karena pelabuhan kapal lebih dekat dibandingkan jarak bandara. Jadi masyrakat tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. Menggunakan kapal laut jauh lebih menguntungkan dibandingkan pesawat karena harganya murah barang bawaan bisa banyak,” katanya.

Namun, biaya murah bukan berarti kapal laut hanya untuk kalangan menengah ke bawah. Namun, pengusaha dari kepulauan juga lebih memilih kapal laut. “Kalau pesawat bayaran barangnya mahal. Sehingga dari segi ekonomi kapal laut bisa lebih hemat,” pungkas Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat tersebut.

Sementara, peningkatan pengawasan baik terhadap penumpang maupun kelayakan kapal direspon Kantor Kesahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Apalagi dengan  keluarnya surat edaran nomor UM 003/11/7/DJP dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam surat ini diinstruksikan semua KSOP di masing-masing daerah memperketat pengawasan kapal dan fasilitas pelabuhan untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Di Manado, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Manado Jusuf Ichsan mengaku, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Kemenhub tersebut. “Pengawasan terus kita lakukan setiap hari menjelang keberangkatan. Ada orang yang bertugas untuk melakukan cross–check sebelum keberangkatan kapal, dan saat kapal tiba di pelabuhan,” ucap Ichsan.

Hal tersebut dilakukan, katanya, untuk memastikan kondisi kapal agar tetap aman digunakan.  Dirinya mengatakan, semua penumpang kapal agar tidak merasa khawatir saat menggunakan angkutan kapal laut. “Kalau ada fasilitas kapal yang sudah rusak itu langsung diganti,” katanya.

Terpisah, pengamat transportasi Sulut Samuel Rompas menilai, upaya Kemenhub terkait pengawasan adalah langkah yang bagus. Pasalnya, perkembangan penumpang angkutan laut yang terus naik harus diimbagi dengan pengawasan. Baik mengawasi lalu-lintas penumpang maupun pengawasan kelayakan kapal. “Hal ini harus diseriusi oleh KSOP di daerah, termasuk di Sulut. Untuk terus meningkatkan pengawasan dan menjaga fasilitas kapal laut agar tetap layak,” ujar dosen Fakultas Teknik Unsrat ini.

Dirinya melanjutkan, dibandingkan pesawat, kapal laut merupakan alat transportasi yang bisa memudahkan apalagi dengan keleluasaan membawa bagasi.  “Namun memang kita harus akui, masih banyak kalangan masyarakat yang mengandalkan transportasi laut karena murah, efektif dan efisien,” katanya. Oleh karena itu, sangat tepat jika pihak KSOP berbenah dan meningkatkan pengawasan. “Agar masyarakat Sulut akan tetap memilih jalur laut,” pungkas Rompas. (tr-01/fgn)

Kirim Komentar