17 Feb 2018 10:08

Ops Pekat Pantau Wilayah Rawan

MyPassion
Christ Pusung

MINAHASA—Selama 15 hari Polres Minahasa akan menggiatkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Samrat 2018. Dalam ops ini, Polres Minahasa akan mengerahkan 40 personel dibantu tim gabungan dari TNI dan pemerintah kabupaten (Pemkab). “Ops Pekat Samrat dimulai sejak pelaksanaan apel gelar pasukan Kamis lalu. Dan akan berlangsung selama 15 hari hingga akhir Februari,” beber Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung.

Pusung menyampaikan, Ops Pekat Samrat dilakukan juga berkaitan dengan cipta kondisi pengamananan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018. “Dengan kekuatan personel, kelengkapan peralatan dan sarana prasarana serta kesiapan yang terlibat sebelum melaksanakan tugas di lapangan. Sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Minahasa tetap kondusif,” jelas Pusung.

Mantan Kapolres Palu ini menambahkan, pihaknya akan mengerahkan 40 personel diimbangi oleh Polsek dan jajaran. “Adapun sasaran yang akan ditindak adalah penyakit masyarakat diantaranya perjudian, premanisme, senjata tajam, kejahatan jalanan dan miras yang berada di wilayah hukum Polres Minahasa,” urainya.

Pusung menjelaskan, Ops Pekat Samrat ini harus tetap dijalankan tanpa mengabaikan pelayanan terhadap masyarakat. “Saya meminta juga, anggota kepolisian harus bisa berkomunikasi dengan semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Di sisi lain, tokoh pemuda Tondano Marchel Wolayan mengapresiasi kinerja Polres Minahasa dalam menekan jumlah tindakan kriminalitas. Dirinya pun berharap, pihak yang berwajib dapat terus memberantas premanisme. “Apalagi yang disebabkan oleh minuman keras. Karena, tak bisa terelakan, sebagian besar tindak kriminalitas di Minahasa, khususnya di Tondano dikarenakan pengaruh miras,” katanya.

Dirinya mengimbau, pihak kepolisian jangan segan meringkus pelaku kejahatan. Bahkan, razia warung yang menjual miras tak berizin harus terus digalakkan. “Razia miras tak berizin harus konsisten dilakukan. Hal ini secara nyata bisa menekan tindak kriminalitas yang terjadi akibat pengaruh miras,” pungkas Wolayan. (fgn)

Kirim Komentar