17 Feb 2018 08:28
Peran Orang Tua dan Lingkungan Penting

Gantung Diri di Sulut Mengerikan, Awal Tahun Sudah 11 Kasus

MyPassion

MANADO—Kasus gantung diri di Sulawesi Utara (Sulut) makin mengerikan. Selang Januari-Februari tahun ini saja sudah 11 warga ditemukan meninggal. Angka itu nyaris menyamai kasus gantung diri tahun lalu, yang menyentuh 13 kasus. Motif dan dugaannya beragam menurut pengakuan keluarga korban.

Diantaranya karena masalah rumah tangga hingga depresi atau stres. Tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak. Bulan ini, tercatat ada dua anak di bawah umur nekat melakukan aksi menghabisi nyawa sendiri ini. Nathan Turangan, bocah 12 tahun asal Kabupaten Bolmong dan Agil Sumaila (15) asal Kota Bitung adalah dua korban itu.

Psikolog Hanna NI Monareh MPsi menyebutkan, kasus bunuh diri memang bisa terjadi di semua kategori umur. “Baik anak-anak, remaja dan dewasa. Dengan berbagai macam alasan dan latar belakang masalah yang dihadapi. Pemicunya banyak,” bebernya saat diwawancarai Manado Post.

Menurutnya, seseorang rentan bunuh diri karena ada perasaan tidak berharga, tidak bahagia, tidak bernilai dan merasa hidup sia-sia dalam diri korban. Misalnya, mereka kehilangan perasaan senang, sukacita, dan bahagia.

“Seseorang yang tidak menemukan hal-hal menyenangkan dalam hidupnya, pasti memilih bunuh diri. Gejala yang dapat dideteksi dalam kondisi depresi, mood akan berubah. Maka, emosi dan pikiran bisa mempengaruhi perilaku seseorang melakukan bunuh diri,” nilainya.

Lingkungan terdekat seperti keluarga, diharapkan menjadi tempat pertama menangkal munculnya niat bunuh diri seseorang. Di mana, komunikasi yang dilakukan antar anggota keluarga sangatlah penting, serta harus memiliki kedekatan yang dilandaskan rasa percaya untuk mencurahkan isi hati.

“Jangan biarkan mereka sendiri ketika sedang dalam masalah atau depresi. Sendiri, membuat seseorang semakin terpuruk dengan kesedihan. Dan akan berpikiran pendek,” paparnya.

Disarankan Monareh, ketika kondisi emosi seseorang tidak stabil, keluarga mengajaknya konsultasi dengan ahli berkompeten. “Penanganan psikofarmakalogi yang tidak didukung dengan terapi psikologis, cenderung menimbulkan kondisi relapse (kambuh) pada bersangkutan,” ungkap Monareh.

Orang yang sedang dalam depresi sebaiknya diajak mengisi kekosongan dirinya dengan hal-hal bermanfaat. Serta harus lebih bijaksana dalam menyikapi hidup. Bagi orang tua, harus memperlihatkan perhatian penuh pada anak dan keluarga. Karena, lanjutnya, keluarga merupakan tempat terbaik untuk berlindung dan mengaduh ketika ada masalah. “Karena kadang faktor yang paling utama yang menyebabkan bunuh diri karena seseorang merasa tidak berharga dan tidak dipedulikan,” pungkasnya.

12
Kirim Komentar