15 Feb 2018 09:03

Wah!!Marinir Hilang di Talaud Ditemukan Meninggal Masih Pegang Senjata

MyPassion
EVAKUASI: Tim SAR bersama nelayan berusaha mengangkat jasad korban, yang ditemukan di perairan Desa Kiama Induk, Kecamatan Melonguane Timur, Talaud, Rabu (14/2) pukul 7.00 Wita.

///jdl

Dok. Lanal

EVAKUASI: Tim SAR bersama nelayan berusaha mengangkat jasad korban, yang ditemukan di perairan Desa Kiama Induk, Kecamatan Melonguane Timur, Talaud, Rabu (14/2) pukul 7.00 Wita.

 

TALAUD—Proses pencarian anggota Korps Marinir Serda M Hadi Kurniawan, berakhir Rabu (14/2) pukul 7.00 Wita. Penerjun TNI Angkatan Laut (AL) ini akhirnya telah ditemukan. Namun sayang, kondisinya sudah tak bernyawa. Diketahui korban dinyatakan hilang sejak Rabu (7/2) pekan lalu, saat melakukan aksi terjun tempur di langit Melonguane.

Informasi dirangkum, korban pertama kali ditemukan seorang nelayan bernama Astoni Apena, warga Desa Kiama. Saat itu saksi sedang melaut di perairan Desa Kiama Induk, Kecamatan Melonguane Timur, Kepulauan Talaud. “Awalnya saya berangkat melaut sekitar pukul enam pagi menggunakan perahu katinting. Ketika berada di perairan Desa Kiama, sekitar 600 meter dari Pantai Kiama, saya melihat sesuatu benda yang terapung,” cerita Astoni kemarin.

Lantaran curiga, Astoni mendekat untuk memastikan apa sebenarnya benda tersebut. Nah, dari jarak sekitar tiga meter, dirinya mengaku terkejut karena apa yang dicurigai ternyata merupakan sesosok mayat dalam posisi tengkurap. “Saya lihat mayat tersebut berpakaian warna coklat motif loreng. Ada bendera merah putih di lengan serta masih menyandang senjata laras panjang,” tuturnya.

Dirinya sontak teringat dan menduga kuat mayat yang ditemukannya adalah seorang penerjun TNI AL yang selama ini dicari Tim SAR gabungan TNI, Polri maupun warga. “Saya langsung kembali ke darat dan memberitahukan kejadian ini kepada Kepala Desa Kiama Lambertua Losoh. Lalu diteruskan dengan melapor ke Lanal Melonguane dan polisi,” tandas Astoni.

Usai mendapat informasi warga, tim gabungan dari Lanal, kepolisian, koramil hingga Orari langsung mendekat ke lokasi penemuan dengan memakai speed boat tipe sea rider. Tim saat itu dipimpin langsung Danlanal Melonguane Letkol (Mar) Muhammad Maftukin. Proses evakuasi berlangsung penuh haru.

Danlanal saat dikonfirmasi menyebutkan, jenazah korban langsung dievakuasi ke Kapal Pulau Karakelang, yang sedang berada di dermaga Melonguane. “Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Mala untuk pemeriksaan medis. Saat dievakuasi, kain parasut korban tersangkut di dua karang lalu ditarik ke darat,” cerita Letkol Maftukin, sembari menyebutkan diduga korban terlilit tali parasut saat berusaha menyelamatkan diri. “Setelah diperiksa fisik dan senjata, diyakini mayat tersebut adalah Serda Mar M Hadi Kurniawan dengan NRP 118604 dari Satuan Yon Taifib 1 Marinir. Kita bersyukur penerjun yang hilang telah ditemukan,” ujarnya.

Tak lupa dirinya mengapresiasi nelayan yang telah menemukan dan melaporkan dengan cepat kepada petugas. Begitu juga kepada Orari yang turut menyampaikan informasi. “Pada prinsipnya Korps Marinir tidak akan meninggalkan kawan saat operasi,” tegas Maftukin.

Menurutnya, jenazah telah dievakuasi menggunakan Pesawat  CN 235 ke Manado. “Yang selanjutnya dibawa ke Surabaya menggunakan Pesawat Cargo Lion Air,” pungkasnya. Diketahui, korban diduga kehilangan kendali parasutnya akibat cuaca buruk, saat ikut latihan gabungan terjun tempur Korps Marinir TNI AL di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (7/2) pekan lalu. Setelah sepekan dilakukan pencarian, korban pun ditemukan. Sayang sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Kadispen Lantamal VIII/Manado Kapten Yusuf Ali ikut membenarkan penemuan tersebut. “Untuk lebih jelas, bisa konfirmasi langsung ke Lanal Melonguane. Karena anggota di sana yang melakukan evakuasi langsung,” singkat Ali ketika dikonfirmasi.(fik/gnr)

Kirim Komentar