15 Feb 2018 09:40

Iluni UI Dorong SDM Sulut Lebih Berdaya Saing

MyPassion
ILUNI UI Sulut di bawah Komando Wagub Steven Kandouw melangsungkan FGD yang mendorong SDM Sulut agar lebih berdaya saing.

//

 

FOTO—Foggen Bolung/MP

TINGKATKAN KUALITAS SDM: Wagub Sulut sebagai Ketua Iluni UI Sulut Steven Kandouw didampingi Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo dan para alumnus UI usai FGD yang dihelat di Kantor Perwakilan BI Sulut, kemarin.

 

MANADO—Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) Sulut agar bisa berdaya saing. Apalagi dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini mendasari Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi Iluni UI Sulut bertempat di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, kemarin (14/2).

Turut dihadiri Wagub Steven Kandouw juga sebagai Ketua Iluni UI Sulut, forum berisi alumus universitas dengan jaket alamater berwarna kuning ini membahas bagaimana peran komunitas intelektual, khusnya alumni UI, untuk membangun SDM unggul dan berdaya saing menuju Sulut hebat 2021.  Kandouw secara gamblang mengurai tema diskusi, dimana faktor SDM menjadi pekerjaan rumah bersama semua pihak. “Adapun faktor empiris jika dibandingkan pada era  tahun 70-an bumi nyiur melambai dikenal sebagai gudang para tenaga pengajar berkualitas yang tersebar di nusantara,” kata Kandouw.

Lebih jauh, Kandouw menuturkan, tingginya Upah Minimun Provinsi (UMP) akan menarik dan menstimulus para tenaga kerja luar daerah yang punya  keunggulan dan keahlian/skill  yang berkompeten. “Mereka akan datang untuk bersaing dengan tenaga kerja lokal kita. Karena itu, SDM kita harus lebih ungggul,” kata orang nomor dua di Sulut ini. Dia pun berharap, hasil FGD ini dapat memberikan rekomendasi ke depan. “Jadi FGD ini harus menghasilkan output yaitu bagaimana kita meningkatkan SDM,  baik jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang,” pungkas Kandouw.

Sementara, Kepala Perwakilan BI Sulut Soekowardoyo dalam paparannya mengulas tentang perspektif pertumbuhan ekonomi Sulut dan Implikasinya. Diantaranya tren Inflasi Sulut yang saat ini berada pada posisi terendah di se-Sulawesi. Namun, untuk tingkat partisipasi  angkatan kerja (TPAK) Sulut cukup rendah. Diskusi ini juga menghadirkan Direktur Coorporate PT Cargill Arief Susanto selaku praktisi di sektor swasta yang membahas bagaimana etos kerja perusahaan yang sudah berkembang di seluruh dunia ini.

Kemudian, masing-masing memberikan masukan dan pendapat mulai dari perwakilan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Univesitas Negeri Manado (Unima), perwakilan PT PLN Wilayah Suluttenggomalut, PHRI, kalangan advokat, Kamar Dagang Industri (Kadin) Sulut, akademisi dan pengusaha. Hadir juga dalam FGD ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erni Tumundo, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Manado Cerah Bangun, Deputi Direktur BI Sulut MHA Ridhwan dengan moderator Wakil Direktur Manado Post Tommy Waworundeng. (fgn)

 

  

 

Kirim Komentar