15 Feb 2018 08:44

Diduga Dimarahi, Bocah SMP Gantung Diri

MyPassion

BITUNG—Masih hangat dalam ingatan warga Sulut, bocah 12 tahun asal Bolmong yang tewas gantung diri. Hanya selang seminggu peristiwa serupa kembali bikin geger. Korbannya kali ini siswa SMP asal Bitung. Yaitu Agil Sumaila (15), warga Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa. Tercatat masih duduk di kelas 8 salah satu sekolah swasta di Kota Cakalang. Korban ditemukan gantung diri di bawah kanopi lokasi penjualan pakaian di pusat Kota Bitung, Rabu (14/2) kemarin, pukul 1.00 dini hari.

 

Menurut informasi, korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Novinta Panto (21). Melihat hal tersebut, saksi langsung menuju ke rumah korban dan melaporkan kejadian ini kepada ayah tiri korban bernama Herman Abdullah dan ibu korban Nur Ain.

Menurut ibu korban, sebelumnya korban sering dimarahi karena sering tidak masuk sekolah dan diduga sering menghirup lem Ehabon. “Sehari sebelumnya dia pamit pergi ke sekolah. Namun hingga tengah malam belum juga pulang,” cerita ibu korban dengan wajah sedih.

Polisi yang menerima laporan langsung menuju TKP. “Korban ditemukan sudah tergantung dengan menggunakan seutas kabel yang diikatkan pada gantungan baju di lapak milik Karim Damadan dan di bawah korban, ditemukan juga kaleng lem Ehabon yang sudah kosong,” terang Kapolsek Maesa Kompol Moh Kamidin.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI AL Bitung. “Saat dilakukan pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” tandas Kamidin.

Sementara itu, pantauan harian ini ratusan pelayat tampak memadati rumah duka yang berada di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa. Jenasah korban baru dikebumikan pukul 18.30 Wita kemarin malam. Pasalnya, keluarga menunggu ayah kandung korban yang baru tiba dari luar daerah. Menurut Ketua RT 16, Lingkungan III, Kelurahan Bitung Timur Yunus Diko, kejadian bermula saat korban dimarahi ibunya. “Karena korban sering tidak masuk sekolah, jadi orang tuanya (ibu) menegur sampai memarahi korban. Akhirnya korban pun sempat pergi ke sekolah kemarin (Selasa) usai ditegur,” tutur Diko.

Ketika pulang sekolah, diketahui korban hanya menaruh perlengkapan sekolahnya. Kemudian langsung pergi lagi. “Korban pergi ke tempat biliar dekat rumahnya. Tempat biasa korban nongkrong bersama teman-temannya. Dari informasi, sesampainya di situ korban sering menangis sendiri. Pun melantur mengatakan kalau ada yang mencarinya, bilang saat ini namanya almarhum Agil,” cerita Diko menirukan pengakuan sahabat korban.

Korban pun diketahui masih berada di tempat biliar sampai pukul 23.00 Wita kemarin. Bahkan masih sempat terlihat pukul 12 malam. “Sekira jam 12 tengah malam, katanya dia pamit ke kanopi untuk nongkrong dengan seorang temannya,” terangnya sambil menyebutkan, diduga di tempat nongkrong itu korban bersama temannya sering hirup Ehabon.

“Di sana korban bersama temannya. Kemudian temannya melihat korban naik ke atas. Tak lama sudah dalam posisi menggantung. Namun dikira temannya hanya bercanda. Tapi setelah korban sudah tidak bereaksi karena sudah berbusa mulutnya, akhirnya temannya melapor kepada warga. Tapi sayang, nyawanya tak tertolong,” pungkas ketua RT.(cw-03/gnr)

Kirim Komentar