14 Feb 2018 14:58
Pernyataan NAP Dibantah Semua Pihak

Kapolres: Jangan Terprovokasi Isu Adanya Paham Radikal

MyPassion
Bupati Vonnie Panambunan dan Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH. (Dok.MP)

ADANYA pernyataan dari Anggota DPRD Provinsi Sulut, Netty Agnes Pantow (NAP). Terkait adanya gerakan radikalisme di Desa Maen Kecamatan Likupang Barat (Likbar) dibantah Kapolres Minahasa Utara (Minut) AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH, Selasa (13/2) kemarin.

"Tidak benar ada gerakan paham radikalisme di Likupang. Tetapi kalaupun ada gerakan tersebut, akan langsung ditindak tegas," ujarnya di Bapelitbang usai acara MoU Pemkab dan Polres Minut.

Kapolres pun menyayangkan pernyataan NAP terkait adanya paham radikalisme. Tidak seharusnya seorang legislator memberikan pernyataan yang sangat meresahkan warga. "Sebagai anggota DPRD, tidak seharusnya menginformasikan ke publik dengan berita prematur tapi harus menyejukkan hati masyarakat. Kalau itu memang ada, silahkan laporkan ke pihak berwajib dan pemerintah desa," jelas Pattiwael.

Sementara itu, Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan meminta dan menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan memperbesar masalah ini. "Biarkan ini ditangani oleh aparat kepolisian sehingga tidak perlu diperbesar dan ikut terprovokasi," terangnya .

Terpisah, Hukum Tua (Kumtua) Desa Likupang II Sarjan Maramis ikut menyayangkan pernyataan legislator Sulut tersebut. Menurutnya, pengajian Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) yang ada di Likupang merupakan organisasi muslim yang sudah diakui oleh negara. Sebab, organisasi ini telah mendapat persetujuan dari Mabes Polri. "Kami tersinggung dengan pernyataan ibu NAP, sehingga dalam waktu dekat ini akan ada orang dari pihak kami yang akan mengklarifikasi secara langsung soal pernyataannya itu," jelas Maramis.

Ditambahkan Ketua NU Minut Hj Drs Darul Salim, sebagai anggota DPRD tidak sepantasnya memberikan pernyataan tanpa kroscek di lapangan. "Alangkah baiknya, kalau ada masalah seperti dugaan ini, kita duduk bersama dan membicarakan secara langsung, agar bisa mengetahui duduk persoalan sebenarnya. Jangan memperkeruh suasana," tukasnya.

Sembari menambahkan, jangan terprovokasi dengan isu ini dan marilah semua masyarakat Minut untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama. (ctr-07/ria)

Kirim Komentar