13 Feb 2018 11:41

Trans Sulawesi Diwarnai Titik Longsor dan Rawan Putus

MyPassion
Infografis (Dok.MP)

RUAS jalan Trans Sulawesi akhir-akhir ini menjadi langganan longsor yang menyebabkan akses transportasi putus. Pengendara diimbau lebih waspada. Seperti diungkapkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey. “Masyarakat harus memantau peringatan BMKG. Semua yang hendak melakukan perjalanan jangan memaksakan diri di saat hujan lebat. Jalan berpotensi longsor dihindari, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” sebut Dondokambey. Dirinya juga mengatakan, dinas terkait wajib melakukan pembersihan dan langkah antisipasi. “Sudah ada protap menjaga agar tidak ada pengendara menjadi korban bencana longsor,” tegasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Joy Oroh mengatakan, dari pantauan tim di lapangan dan data kabupaten/kota, cuaca buruk dan intensitas hujan tinggi, membuat Minahasa Selatan, Mianahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, dan Bolaang Mongondow Utara dilanda bencana. “Bahkan akses jalan sempat putus,” sebut Oroh.

Dirinya menambahkan, yang sementara dibuka yaitu akses jalan utama Manado-Kotamobagu. “Beberapa pihak serta tim di kabupaten/kota telah melakukan pembukaan jalan di sana,” ucapnya.

Humas Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Stenly Roondonuwu saat dikonfirmasi mengatakan, tim BPJN sedang berusaha melakukan pembukaan pada jalan di Desa Blongko Minsel. “Itu menjadi tanggung jawab kita karena berada di status jalan nasional. Longsor di Km 90 desa Blongko sampai sore hari telah berhasil dibuka dan bisa dilalui kendaraan walaupun masih pakai buka tutup,” sebut Rondonuwu.

Dirinya mengatakan, tidak menutup kemungkinan longsor akan terjadi di daerah perbukitan lain karena hujan membuat lapisan tanah berubah ke sifat jenuh. “Kepala BPJN mengimbau pengguna jalan berhati-hati dan patuhi tanda peringatan yang telah dipasang petugas. Juga selalu menghindari titik berpotensi longsor,” tandasnya. (tim MP/gel)

Kirim Komentar