13 Feb 2018 11:27
Pengadilan: Pelaku Bersekongkol

PNS Narkoba Divonis 8 Tahun Penjara

MyPassion
Ilus

KASUS narkoba yang menjerat PNS jajaran Kemenkeu yang ada di Manado, yaitu Wahyu Nugroho, akhirnya ada putusan tetap. Wahyu divonis delapan tahun penjara.

“Nugroho divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado, dengan hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda satu miliar rupiah,” ungkap Hakim Juru Bicara  Pengadilan Negeri (PN) Manado, Vincentius Banar, saat dikonfirmasi, Senin (12/2) kemarin.

Menurut Banar, dalam putusan tersebut Nugroho tak sendiri. Dia divonis bersama Totok Hartono yang juga mendapat ganjaran yang sama. “PT Manado dalam putusannya menyatakan, terdakwa Wahyu Nugroho dan Totok bukanlah pecandu yang harus direhabilitasi. Tetapi sudah bersekongkol bersama menguasai narkotika golongan satu bukan tanaman, melebihi 5 gram,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, putusan tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat. “Putusan tersebut juga untuk mendidik terdakwa dan menjadi contoh bagi masyarakat, agar tidak melakukan hal serupa,” tukasnya.

Diketahui, sebelumnya Nugroho yang telah divonis satu tahun penjara dikurangi masa tahanan oleh Hakim PN Manado. Jaksa Penuntut Umum (JPU), kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut, empat hari setelah vonis dibacakan. Nugroho ditangkap Direktorat Anti Narkoba Polda Sulut 19 Oktober 2017 di parkiran basement apartemen taman Sari Lagon Bahu Mall. Dari penangkapan tersebut ditemukan barang bukti  dua paket besar narkotika jenis sabu-sabu seberat 30,41 gram.

Setelah dilakukan pengembangan oleh Ditnarkoba Polda Sulut, diketahui dia tidak sendiri. Nugroho ternyata menguasai barang haram tersebut bersama dengan Totok. Totok pun ikut ditangkap di salah satu kompleks rumah dinas di Bumi Beringin. (ran/gnr)

Kirim Komentar