13 Feb 2018 12:19
Press Gathering Telkomsel Area PAMASUKA di Raja Ampat, Papua Barat

Disambut Ombak Setinggi Dua Meter

MyPassion
INDAH: Deretan batu-batu besar di birunya air laut di Raja Ampat, Papua Barat. (Clavel Lukas/Manado Post Online)

Wartawan Manado Post bersama dengan puluhan media di Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (PAMASUKA), mendapat kesempatan bisa menjelajahi Kawasan Raja Ampat Papua Barat. Destinasi wisata yang sementara booming.

 

Laporan: Clavel Lukas, Raja Ampat, Papua Barat

 

SENIN (12/2) pukul 04.40 Wita, tim bertolak dengan maskapai Nam Air. Dari Bandara Sam Ratulangi menuju Domine Eduard Osok membutuhkan waktu 1 jam 20 menit. Kegiatan yang digelar Telkomsel ini bertajuk Press Gathering Telkomsel Area PAMASUKA. Pukul 07.00 pesawat tipe Boeing 737-500 ini, menyentuh landasan bandara di Sorong Papua Barat.

Turun dari pesawat tim langsung disambut pihak Telkomsel dan teman-teman wartawan lainnya yang sudah lebih dulu tiba.

Setelah bertegur sapa dan bekenalan satu sama lain, tim mampir sarapan dan langsung menuju pelabuhan. Ke Raja Ampat, peserta gathering dibagi dalam tiga tim dengan menggunakan kapal laut.

Suasana sempat mencekam setelah 30 menit di atas laut cuaca buruk menghampiri kami.

Ombak setinggi 2 meter berulang kali menerjang kapal yang kami tumpangi. Tak pelak, teriakan-teriakan ketakutan terdengar nyaring. Bahkan di perahu yang lain, hampir seluruh penumpangnya baik laki-laki maupun perempuan muntah-muntah. Air laut sampai masuk ke kapal mereka. Mesin beberapa kali mati di tengah terjangan ombak.

Akhirnya sang nahkoda kapal memutuskan merubah rute agar kami bisa menghindari terjangan ombak ini. Perjalanan yang seharusnya hanya ditempuh tak sampai dua jam akhirnya molor sampai tiga jam.

Tiba di desa Sawinggrai kami disambut anak-anak Papua dengan nyanyian diiringi musik tradisional. Pantai di desa ini sangat indah. Airnya jernih. Ikannya pun bebas lalu lalang tanpa rasa takut. Kami bisa menyentuh ikan yang beraneka warna ini. Setelah berfoto-foto dan makan siang. Kami melanjutkan perjalanan ke Batu Pensil.

Hanya 30 menit kami sampai di batu besar yang menyerupai pensil. Saat tiba di puncak, kami kagum dengan jejeran batu-batu besar di tengah air laut yang berwarna biru. Sungguh indah alam ciptaan yang maha kuasa. Selama dua jam kami menikmati panorama, kami akhirnya menuju resort tempat penginapan.

Rombongan juga tak takut hilang signal. Karena jaringan 4G Telkomsel sudah menjangkau berbagai destinasi wisata di Indonesia. Salah satunya Raja Ampat. (***)

Kirim Komentar