12 Feb 2018 11:02
Cabut Izin Produsen Mie Boraks

YLKI Pertanyakan Transparansi BBPOM

MyPassion
Ilus mie boraks

KASUS penemuan mie boraks terus menuai sorotan. Terlebih kepada instansi yang bertanggung jawab pada pengawasan. Dalam hal ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado. Pasalnya, beredar surat keterangan hasil laboratorium dari BBPOM Manado dengan nomor PM.01.1022.02.18.0637 tertanggal 7 Februari 2018 tentang hasil pengujian laboratorium dari mie ‘s’. Dalam surat tersebut dijelaskan mie basah dengan nomor sampel 18.102.99.13.07.0006.K yang belakangan ditenggarai adalah hasil tes dari mie ‘s’ dinyatakan negatif mengandung boraks.

Padahal, menurut surat yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut tanggal 6 Februari 2018 dengan nomor surat 510/Indag-Sulut/PDN/109/II/2018 tentang tindaklanjut temuan produk mie mengandung boraks dari BBPOM, ada 20 sampel mie dan bakso yang kedapatan positif mengandung boraks. Salah satunya mie ‘s’.

Atas hal ini, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulut Aldy Lumingkewas menyoroti pekerjaan tim terpadu yang tidak lagi sejalan dalam memberikan informasi. Dia menilai BBPOM selaku instansi yang bertugas mengawasi peredaran makanan tidak transparan dalam memberikan informasi.  “Pertama positif, kemudian hasil yang kedua negatif, itu ada apa,” tanya Lumingkewas.

Dirinya menegaskan, semua mie yang sudah terindentifikasi menggunakan boraks harus dicabut izin usahanya. Bahkan dia meminta untuk tidak ada toleransi lagi. “Kalau ada temuan seperti itu, jangan disembunyikan. Apa nanti sudah banyak korbannya baru dibuka,” katanya.

Dia pun menyebutkan, produsen yang memproduksi mie yang terbukti mengandung boraks jangan hanya dikasih teguran biasa. “Apalagi hanya diberi teguran tapi pengawasannya lemah. Pasti para pengusaha tersebut akan mengulangi lagi,” pungkas Lumingkewas.

12
Berita Terkait
Kirim Komentar