12 Feb 2018 12:35

Manado Butuh Polisi Pariwisata, Dibekali dengan Bahasa Asing

MyPassion
Ilus (Dok.MP)

KUNJUNGAN turis di Kota Manado setiap tahun meningkat. Karena itu  keamanannya harus dijaga.  “Saya sudah keliling di Manado, hunian hotel mencapai 90 persen. Di daerah lain tidak ada hunian hotel sebanyak itu. Jakarta dan Bali saja hunian hotel hanya 35 persen,” kata Kapolres Manado Kombes Pol FX Surya Kumara.

Menurutnya, rasa aman wajib diberikan pada turis yang mengunjungi Manado. Karena itu harus ada polisi khusus pariwisata yang menjaga mereka. “Jangan sampai di tengah jalan tidak disangka-sangka ada orang mabuk mengganggu turis,” ujarnya.

Lanjut Kumara, jika turis mendapatkan perlakuan kurang nyaman dan keamanan mereka terganggu akan merusak citra Provinsi Sulut khususnya Kota Manado. “Ini perlu ada perhatian, jangan sampai kunjungan turis berkurang,” ujarnya.  Dia menambahkan, polisi khusus pariwisata ini juga harus dilatih bahasa asing, misalnya Bahasa Mandarin. Supaya bisa berkomunikasi dengan baik dengan para turis.

Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Drs Rum Usulu menyambut baik gagasan dari Kapolres soal polisi pariwisata. ”Ini akan kami laporkan langsung ke pimpinan Wali Kota Manado Dr Vicky Lumentut,” singkatnya. Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Dra Neivi Lenda Pelealu MSi mengakui Manado sangat butuh polisi pariwisata. “Untuk menjaga keamanan turis yang datang berkunjung di Kota Manado,” ujarnya.

Namun menurut Lenda, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. ”Kita harus kaji dulu penempatan polisi pariwisata dan ada aturan jelas. Kemudian diusulkan kepada pimpinan supaya mendapatkan persetujuan,” pungkasnya.  Sekadar diketahui kunjungan turis di Kota Manado pada 2017 sebanyak 78.076 orang. (ite/gel)

Kirim Komentar