09 Feb 2018 14:10
Tuange: Direalisasi dalam Waktu Dekat

Nelayan Bakal Miliki SPBU Khusus

MyPassion
PARKIR: Perahu yang biasa digunakan nelayan Desa Bowombaru, Talaud, kebanyakan tak bisa dipakai melaut, karena sering kehabisan stok BBM. Foto: Fikantri Kaesang/MP

TALAUD—Para nelayan mengeluh. Pasokan bahan bakar minyak (BBM), terutama solar kerap tidak lancar. Akibatnya, penghasilan mereka sering menurun. Kondisi ini pun berdampak pada pasokan ikan di pasaran, hingga harga ikan yang tidak menentu.

Matius Madira, nelayan asal Desa Bowombaru misalnya, mengeluh lantaran ketika stok BBM menipis, para nelayan kesulitan melaut. “Kapal para nelayan kerap batal melaut hanya karena tidak ada BBM,” keluhnya saat diwawancarai.

Musim hujan sering membuat nelayan sulit mendapatkan pasokan BBM. Belum lagi, mereka merasa kesulitan karena untuk pembelian dengan jerigen tidak diperbolehkan di SPBU. “Kami beli eceran di depot-depot kecil. Harga mahal. Enaknya kalau dipermudah mendapatkan solar dengan harga yang lebih murah. Ini untuk meningkatkan hasil tangkapan,” sambung Jhon, nelayan dari Desa Salibabu.

Keluhan para nelayan tersebut mendapat respon positif dari Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Tuange. Ia menyampaikan, dalam waktu dekat akan ada stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN) di Salibabu. “Ini akan permudah masyarakat khususnya nelayan untuk mendapat pasokan BBM. Pemerintah kabupaten akan berupaya merealisasikannya dalam waktu dekat,” tandas Tuange, belum lama ini.(fik/gnr)

Kirim Komentar