09 Feb 2018 09:34
Polda: Bisa Diancam Pasal Pembunuhan Berencana

Daftar Mie Boraks Dirilis

MyPassion

MANADO—Mie boraks masih beredar di pasaran. Bahkan, produsen masih menjual produk yang sudah positif mengandung boraks. Menurut surat yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut dengan nomor 510/Indag-Sulut/PDN/109/II/2018 tentang tindak lanjut temuan produk mie mengandung boraks tertanggal 6 Februari 2018, terdapat 20 jenis sampel dan produsen yang menjual produk positif boraks.

 

Temuan ini pun menggegerkan masyarakat Sulut. Pasalnya beberapa nama produsen mie boraks diketahui sudah punya brand. Salah satunya produk Mie ‘S’ yang pabriknya berlokasi di bilangan Karombasan. Mirisnya, hingga kemarin (8/2), Mie ‘S’ ini masih dijual di beberapa gerai supermarket. Termasuk di salah satu gerai besar di bilangan Tikala.

Wartawan Koran ini sempat berkunjung ke lokasi pabrik Mie ‘S’ yang berada di Karombasan Utara Lingkungan III, kemarin (8/2) sore. Terpantau pabrik tersebut sepi. Tidak ada aktivitas jual beli. Hanya pintu kecil berwarna biru yang sedikit terbuka. Namun tak terlihat pemilik maupun pekerja didalamnya. Selang beberapa saat, seorang pria paruh baya dan perempuan keluar.

Saat dikonfirmasi perihal kegiatan, maupun informasi mengenai mie berbahan boraks yang didapati pada produk olahannya, keduanya berkilah dan segera pergi. “Kami hanya pegawai. Bos tidak di lokasi. Kami tidak tahu,” ujar pria tersebut sambil langsung meninggalkan pabrik tersebut. Diketahui, mie merek ini juga sempat tersangkut kasus beberapa waktu lalu. Di mana didapati mie tersebut mengandung formalin.

Di sisi lain, dari penuturan warga sekitar, sekira pukul 11 siang kemarin, BBPOM mendatangi lokasi. “Tidak jelas apa yang dilakukan namun mereka tadi datang ke tempat ini,” ungkap beberapa warga yang minta nama mereka tak dikorankan. Mengenai hasil positif boraks pada poduk Mie ‘S’, mereka mengaku belum mengetahuinya. “Iya, di sini banyak langganannya. Termasuk mas-mas yang jualan bakso,” sebut warga.

Terkait masih adanya mie boraks yang beredar, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulut Aldi Lumingkewas mempertanyakan kinerja instansi terkait. Dia menyorot Disperindag dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado. Menurutnya, cara pengawasan yang dilakukan instansi tersebut masih sangat lemah.  “Sanksi berat harus diberikan terhadap pedagang yang terbukti menggunakan boraks dalam makanan,” kata Lumingkewas.

123
Kirim Komentar