08 Feb 2018 09:55

Kirim Mobil Listrik ke Luar Angkasa

MyPassion
Mobil Tesla Roadster dengan manekin astronot bernama Starman. (Youtube)

CAPE CANAVERAL—Elon Musk tersenyum puas. Jerih payahnya tidak sia-sia. Selasa dini hari waktu setempat, tepatnya pukul 03.45, Falcon Heavy melesat ke udara. Roket setinggi gedung 23 lantai itu sukses meninggalkan bumi pada peluncuran perdananya. Sorak-sorai dan tepuk-tangan menggema di Kennedy Space Center, Cape Canaveral.

”Bayangan saya, akan ada ledakan besar di landasan. Roda-roda roket akan beterbangan ke segala arah dan logo roket mendarat entah di mana. Tapi, untungnya, semua itu tidak terjadi. Hal-hal gila menjadi nyata,” kata Musk sebagaimana dilansir Associated Press kemarin (7/2). Dia senang, Tesla Roadster, mobil sport bertenaga listrik buatan perusahaannya yang lain, Tesla Inc., berhasil dikirim ke luar angkasa.

Musk menjadikan mobil berwarna cherry red itu sebagai ”penumpang” Falcon Heavy. Dan, di dalam mobil keren itu juga ada maneken astronot. ”Maneken itu mungkin akan ditemukan oleh alien. Baju astronot yang dipakaikan pada maneken itu asli,” kata taipan kelahiran Afrika Selatan tersebut seperti dikutip Reuters. Mobil listrik dan maneken yang diusung Falcon Heavy itu sukses mendarat di tujuan.

”Badan roket berhasil mencapai orbit Planet Mars dan bahkan melampauinya. Roket itu terus melaju menuju Sabuk Asteroid,” ungkap Musk dalam jumpa pers usai peluncuran Falcon Heavy. Selain maneken berbaju astronot, di dalam mobil listrik itu juga ada plakat bertulisan nama-nama karyawan Space-X. Jumlahnya lebih dari 6.000 nama. 

Di Cape Canaveral, begitu roket buatan SpaceX itu meninggalkan landasan dengan mulus, semua orang yang menyaksikan langsung peristiwa bersejarah itu memberikan ucapan selamat kepada Musk. Segala kekhawatiran pebisnis 46 tahun tersebut pun sirna. Misinya berhasil. Lebih dari itu, kesuksesan itu terjadi pada peluncuran pertama. Itu tak pernah dia duga sebelumnya.

Namun, kesuksesan itu bukan hanya milik Musk. Selasa itu, luapan kegembiraan juga pecah di markas utama Space-X di Kota Hawthorne, Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS). Falcon Heavy membuat sekitar 2.000 orang yang menyaksikan tayangan live peluncuran roket tersebut bangga. Sebagian besar diantaranya adalah karyawan Space-X.

Bagi Musk, tiga menit pertama sejak tombol peluncuran roket ditekan adalah momen yang paling mencemaskannya. Dalam tiga menit itu, dua mesin peluncur yang terpasang pada Falcon Heavy harus lepas bersamaan. Selasa dini hari itu, proses tersebut berlangsung dengan lancar. Setelah meninggalkan dua boosternya, roket lantas melesat melewati Samudra Atlantik dengan kecepatan 438 kilometer per jam. (jpg/can)

Kirim Komentar