08 Feb 2018 14:50
Waspada, Tinggi Gelombang 2,5 Meter

Angin Kencang, Pelayaran Kapal Dibatalkan

MyPassion
Ilustrasi. Foto: Reza Mangantar/MP

SITARO—Sejak Selasa (6/2) lalu, angin kencang disertai gelombang pasang, menyapu perairan sekitar wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kondisi ini pun mengakibatkan terganggunya jadwal pelayaran kapal penumpang.

Kepala Unit Satuan Kerja Penyelenggaraan Pelabuhan Elton Pieter mengungkapkan, cuaca ekstrim memang sering melanda wilayah perairan Sitaro, pada awal tahun seperti ini. "Berdasarkan data BMKG, memang ada peringatan dini gelombang laut, yang berpeluang terjadi di sekitar perairan Nusa Utara,” katanya.

Perkiraan tinggi gelombang lanjutnya, antara 1,25 sampai 2,5 meter, dengan kecepatan angin 9 kilometer per jam dan kelembaban 80-95 persen. “Namun kondisi bisa berubah lebih buruk ataupun mereda. Sering disebut angin barat oleh masyarakat lokal," ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini seluruh kapal yang akan berlayar di daerah perairan Nusa Utara dibatalkan. “Mengingat kondisi seperti ini sangat membahayakan keselamatan penumpang. Kita juga sudah membuat larangan kepada nelayan untuk melaut," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Sitaro Toni Supit SE MM, meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada. "Terutama bagi yang tinggal di daerah rawan bencana serta nelayan. Kita sudah mengerahkan BPBD, untuk melakukan pemantauan secara rutin di daerah rawan bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor. Juga menyiagakan personil di titik jalan yang rawan pohon tumbang dan tanah longsor," tutupnya.(drp/tan)

Kirim Komentar