07 Feb 2018 16:37

Sebelum Gantung Diri, Siswa SDN 1 Imandi Sempat Ditegur Ayahnya

MyPassion
Ilustrasi

AKSI nekat NT alias Nathan pelajar SDN 1 Imandi yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menimbulkan luka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat. Jefri, sang ayah masih syok dengan kejadian yang dilakukan anak semata wayangnya itu.

Warga desa Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ini sudah mengurus sendiri anaknya tersebut sejak umur satu tahun.

Saat minta pertolongan warga, NT sempat dibawa lari ke puskesmas. Namun nyawanya tak tertolong. Tangis Fivi -panggilan Jefri yang lama menduda ini tak tertahan. Ia tak bisa berkata-kata, pada keluarga dan rekan yang menghampirinya. Fifi hanya terus menangis dan memeluk anaknya.

Salah seorang saksi Sonny Sondak mengatakan, pagi itu Fivi sempat memarahi anaknya karena sudah tiga hari tak ke sekolah. Dengan maksud ingin membujuk, Fivi pun ke warung untuk membelikan roti dan minuman untuk Nathan.

"Pas sampai di rumah, Nathan sudah gantung diri," ungkapnya terbata-bata.

Dijelaskannya, saat itu tubuh Nathan masih hangat. Tubuhnya belum mengeras. Saat tiba di rumah sakit, tim medis mengatakan Nathan belum lama meninggal.

Fivi dan Nathan hanya tinggal berdua di rumah itu. Nathan sejak umur satu tahun sudah ditinggalkan ibunya. Selama itu pula, Fivi mengurus sendiri anaknya itu. Fivi kesehariannya bekerja sebagai penambal ban. (tr-01/mpo)

Kirim Komentar