05 Feb 2018 09:44

Penggunaan Dashboard Taksi Online Butuh Sosialisasi

MyPassion

PER 1 Februari lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) terkait transportasi online. Peraturan yang tertuang melalui Permen nomor 108/2017 ini memberi batasan dan aturan khusus terkait transportasi yang menggunakan aplikasi smartphone ini. Termasuk penerapan dashboard sebagai pemberi informasi baik kuota maupun jumlah taksi online yang aktif di daerah.

Pengamat transportasi Semuel Rompis menilai, dengan adanya dashboard di setiap taksi online akan menjadikan pemilik semakin tertib, dan mengikuti aturan yang ada. “Artinya tidak bisa lewat dari kuota yang telah ditentukan. Adanya dashboard bisa memastikan pengoperasian taksi online di Sulut sesuai kuota,” ujarnya.

Selain lebih teratur, Rompis melanjutkan, jalan akan semakin tertib dan mengurangi kemacetan. “Asalkan penggunaannya terus diawasi dan didukung oleh semua pihak,” pungkas akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini.

Terpisah, Ketua Wadah Asosiasi Online (WAO) Sulut yang menaungi komunitas taksi online, Christian Yokung memastikan pihaknya akan mendukung dan mengawal penuh semua peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Terkait penggunaan dashboard, dirinya mengakui itu adalah syarat yang wajib ada di semua taksi online. “Jika wajib dilakukan, maka kami dari WAO akan terus mengawasi, dan mendukung terus peraturan tersebut. Itu sudah menjadi kesepakatan kami dalam acara aksi damai Oktober lalu,” ujar Yokung.

Namun, dirinya kecewa dengan kuota yang ditetapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Sulut. Dimana, kuota taksi online hanya berjumlah 992 unit. Menurutnya, keputusan tersebut terlalu sepihak, karena tidak melibatkan WAO. “Kuota 992 itu perlu dikaji. Karena setiap hari masyarakat Sulut yang menggunakan taksi online di atas 25 ribu orang. Jadi kuota 992 terlalu sedikit. Jika kuota dibatasi, maka akan terjadi keresahan, dan stabilitas keamanan akan terganggu,” kata Yokung.

Terpisah, Kepala Seksi UPTD Penyediaan Angkutan Jaringan dan Tarif Dishub Sulut Noldy Sulu mengatakan, kuota 992 merupakan jumlah kebutuhan kenderaan yang dihitung atas dasar Permenhub 108/2017. “Siapa yang memenuhi syarat itu yang bisa beroperasi. Dan siapa yang tidak memenuhi syarat akan ditindak,” tegasnya. Dirinya pun tak memungkiri penggunaan dashboard adalah bagian dari Permen. “Dashboard merupakan bagian dari Permenhub 108/2017. Dengan penggunaan dashboard, kuota taksi online akan mudah diketahui,” beber Sulu.

Di sisi lain, pengamat ekonomi Sulut Hizkia Tasik mengatakan, jika penggunaan dashboard taksi online diberlakukan, maka merupakan sebuah terobosan yang baik dari pemerintah. Menurutnya, dashboard ini merupakan alat yang memiliki kemampuan mengukur efisiensi dan infisiensi. “Serta memiliki kemampuan untuk menhasilkan laporan rinci dan menampilkan tren terbaru.  Dashboard merupakan sebuah manajemen laporan yang canggih. Sehingga taksi online tersebut semakin tertib,” sebut Tasik.

Senada, pengamat ekonomi Dr Oldy Rotinsulu menambahkan, jika penggunaan dashboard benar akan diberlakukan ada baiknya diadakan sosialisasi terlebih dahulu. “Sosialisasi mengenai tujuan dan fungsi dari dashboard tersebut. Agar peraturan ini bisa diterima oleh semua pihak,’’ harapnya. (tr-01/fgn)

Kirim Komentar