01 Feb 2018 13:32

4,6 Triliun Investasi Asing Masuk Sulut

MyPassion

MANADO—Iklim investasi di Sulawesi Utara (Sulut) kian cerah. Data  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP-TSP) Provinsi Sulut mencatat, hingga triwulan ketiga tahun lalu, total investasi modal asing di Sulut mencapai Rp 4,6 triliun. Berasal dari 171 proyek.

Kepala Dinas DPMP-TSP Sulut Ir HTR Korah melalui Kabid Pengendalian Penanaman Modal Janny Rembet mengtakan, invetasi asing yang menanamkan modal di Sulut terus meningkat. “Dari semua daerah, Kabupaten Bolmong menjadi daerah yang paling banyak didatangi investor. Tercatat, sebanyak 52 proyek asing beroperasi di daerah ini (lihat grafis, red),” ujar Rembet.

Dirinya menambahkan, presentasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk hingga triwulan II sebesar 162 persen. “PMA terus mengalami perkembangan. Semoga tahun ini realisasinya pun akan melampaui target dan akan semakin banyak investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Sulut,” katanya.

Ditambahkan Rembet, pihaknya terus membenahi proses perizinan agar sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. “Pengurusan izin usaha akan terus dipermudah dan akan dilayani satu pintu. Karena dengan banyaknya investasi yang masuk, bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar. Sehingga bisa mengurangi pengangguran yang ada khususnya di Sulut,” pungkas Rembet.

Di sisi lain, Ekonom Sulut Dr Jantje Tinangon mengatakan, besarnya PMA yang masuk secara tidak langsung ikut menambah pendapatan daerah. Bukan hanya penyerapan tenaga kerja yang semakin banyak, namun dengan besarnya PMA, akan berdampak pada pembangunan di segala sektor. “Masuknya investasi asing di Sulut, mendatangkan banyak keuntungan. Akan banyak perusahaan baru yang berdiri sehingga pendapatan daerah pun akan terus bertambah,” jelasnya.

Dia tak memungkiri dari sisi penyerapan tenaga kerja memang belum terlalu signifikan. “Karena selama ini banyak karyawan yang dipekerjakan dalam proyek asing berasal dari luar daerah bahkan luar negeri,” katanya. Namun, menurutnya hal tersebut sangatlah bagus dan bisa memacu semangat kerja para karyawan lokal.

Agar meningkatkan kemampuan dan semangat kerja. “Banyaknya proyek asing yang masuk, harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat lokal yang mumpuni. Sehingga semua proyek yang ada, memilih masyarakat lokal untuk bekerja. Alhasil angka pengangguran Sulut akan terus berkurang,” kunci Ketua Jurusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat ini. (tr-02/fgn)

Kirim Komentar