20 Jan 2018 10:55

R3D Serap Aspirasi Nelayan Ranowangko II

MyPassion
SERAP ASPIRASI: Calon Bupati Roy Roring (kemeje putih) saat berdialog dengan kelompok nelayan Mega Elang Laut, Desa Ranowangko II Kecamatan Kombi didampingi Robby Dondokambey (kedua kiri) dan pengurus organisasi nelayan. Foto: Julius Laatung/MP

MINAHASA—Warga Desa Ranowangko II Kecamatan Kombi atau biasa disebut masyarakat Tondano Pante diberi kesempatan menyalurkan aspirasi kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa usungan PDI-P Roy Roring dan Robby Dondokambey (R3D), kemarin (19/1).

Kesempatan ini pun tak disia-siakan warga setempat.  Ketua Koperasi Nelayan Mega Elang Laut Lengkong Wales menuturkan, dirinya mengapresiasi kehadiran R3D di Ranowangko II. “Perhatian pemerintah memiliki peran penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ranowangko II yang sebagian berprofesi sebagai nelayan,” kata Wales.

Dia menjelaskan, sekira lebih dari 800 kepala keluarga (KK),  di Ranowangko II. Separuhnya nelayan. “Bersyukur di tahun ini ada tiga bantuan kapal. Dari jenis alat tangkap juga masih konvensional. Nah, mudah-mudahan saat dipercaya menjadi pemimpin di Minahasa, bapak Roy dan Robby bisa membantu kami,” ujar Wales. Untuk anggota Koperasi Nelayan Mega Elang Laut, dia membeberkan lebih 300 nelayan. “Keseluruhan dari jumlah tersebut, sudah terlindungi program Asuransi Nelayan (Asnel),” pungkasnya.

Sementara, Roring ketika diberi kesempatan bicara mengatakan, kelangsungan usaha nelayan wajib ditopang dengan penyediaan sarana dan infrastruktur pendukung. Terlebih, kata dia, Minahasa jadi kontributor hasil laut bagi Sulut.  “Pemerintah telah menetapkan Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Nah, hasil alam yang diolah salah satunya dari laut. Nelayan di Ranowangko II tentunya punya andil,” kata Roring.

Mantan Plt Wali Kota Manado ini menjelaskan, proses penangkapan, hilirisasi produk dan manajemen pengolahan ini yang harus dibenahi.  Lebih jauh, Roring mengatakan, pentingnya sinergitas antar seluruh pihak dalam mendukung jalannya usaha nelayan di Minahasa.

 “Jadi berkaitan satu sama lain, bantuan kementerian, koordinasi bersama Dinas provinsi dan kabupaten. Pengembangan kelompok nelayan, sehingga tak hanya berkonstribusi skala daerah, tapi produknya bisa dipasarkan nasional bahkan internasional,” pungkas Roring.

Turut hadir dalam kegiatan, Pembina Kelompok Nelayan Tibo Mapalus Pricilla Sianipar Rondo, Penyuluh Pertanian dan Nelayan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Rudy Pinontoan, Kapolsek Kombi, Perwakilan Olly Dondokambey Center (ODC), tokoh masyarakat dan anggota kelompok nelayan Ranowangko II. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar