18 Jan 2018 08:54

Militer Redam Anti Jokowi

MyPassion
Joko Widodo

MANADO—Presiden Joko Widodo menempatkan sejumlah mantan Jenderal TNI ke lingkaran Istana Negara, melalui perombakan Kabinet Kerja, Selasa (17/1). Mereka Moeldoko, mantan Panglima TNI dan Agum Gumelar, eks Menteri Pertahanan.

 

Pengamat Militer asal Sulut Marlon Kansil angkat bicara. Ia menilai dalam sejarah Indonesia, militer mempunyai kekuatan politik yang kuat. “Meski diatur dalam hitam dan putih militer untuk tidak terlibat dalam politik, namun dalam sejarahnya dari Presiden Soekarno, kekuatan militer itu ada dan kuat,” ungkap jebolan Universitas Indonesia, ketika diwawancarai Manado Post semalam.

Dia menambahkan, penggunaan kekuatan militer menurutnya merupakan strategi Jokowi. Di mana, saat ini Jokowi kembali membangun kekuatan politik dengan komposisi orang-orang militer. “Saat ini posisi militer dipercaya mampu meredam partai-partai yang anti Jokowi,” jelasnya.

Kansil juga memprediksi, Jokowi sudah mengambil langkah menggandeng sosok militer untuk bersama maju di 2019 mendatang. “Yang saya prediksi, Jokowi sudah mempersiapkan sosok pendamping untuk maju di pilpres 2019 nanti, yaitu dari kekuatan militer,” pungkas Kansil.

Sekadar informasi, Moeldoko merupakan lulusan Akabri tahun 1981. Dia juga mantan Panglima TNI sebelum digantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Sedangkan Agum Gumelar  merupakan lulusan Akademi Militer Nasional Magelang pada 1969 dan sempat menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur.

Selain Moeldoko dan Agum dari ranah militer, sebelumnya ada pula Wiranto yang saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Kemudian, Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, serta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Moeldoko menggantikan Teten Masduki sebagai Kepala Staf. Sedangkan Agum dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk mengisi posisi Hasyim Muzadi yang tutup usia beberapa waktu lalu. Jokowi mengatakan, keputusannya dengan menempatkan dua mantan Jenderal TNI itu sudah melalui pertimbangan matang.

“Ya banyak saya kira pertimbangan. Soal apa yang sudah kita putuskan, itu sudah melalui pertimbangan yang panjang, kalkulasi perhitungan yang panjang," tegasnya di Istana Negara dilansir dari JawaPos.com, Rabu (17/1). Menurutnya, postur kabinet tersebut menjadi baik dengan banyaknya orang dari ranah militer. "Malah bagus kan," tandas Jokowi.(jpg/ran/gnr)

Kirim Komentar