17 Jan 2018 13:05
Modeong Ngamuk

Terobos Masuk, Mobil DPM-PTSP Hebohkan Kantor Bupati

MyPassion
Mobil DPM-PTSP Kabupaten Boltim menerobos masuk hingga pintu depan lantai dua kantor bupati.

BOLTIM--Mobil Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Boltim membuat heboh Kantor Bupati, Selasa (16/1), kemarin. Pasalnya, mobil dengan kondisi ringsek ini menerobos masuk hingga pintu depan lantai dua kantor bupati. Usut para usut, mobil tersebut dikendarai Herry Modeong.

Medeong membuat kehebohan dengan masuk ke ruangan Sekretaris Kabupaten Muhamad Assagaf sambil marah-marah. 
Dikonfirmasi, Modeong mengaku kecewa karena saat menggunakan mobil dinas bersama istrinya yang bekerja di DPM-PTSP mengalami kecelakaan namun tidak mendapatkan perlakuan yang adil.

"Saya pernah temui Sekkab di Manado, tapi bukan solusi yang saya dapatkan. Justru saya dimarahi. Permintaan saya, kalau bisa biaya perbaikan dibagi. Separuh saya tanggung, separuh Pemkab yang tanggung tapi tidak disetujui," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten Muhamad Assagaf ketika ditemui mengaku kaget dengan apa yang dilakukan oleh Herry Modeong. "Saya sedang rapat dengan Oscar Manoppo, Assiten Tiga Djainudin Mokoginta serta sejumlah pejabat lain," sebutnya.

Assagaf mengaku, dirinya meminta secara baik-baik kepada Modeong untuk menjelaskan apa permasalahan sebenarnya. "Saya ini Sekkab jika saya merasa terancam, maka hal ini bisa saya laporkan kepada polisi. Terkait biaya perbaikan, jika maunya dibagi maka harus dibuat permintaan, karena ini mobil dinas," ucap Assagaf.

Kepala DPM-PTSP Mahmud Mokoagouw, mengaku sudah mengetahui permasalahan kecelakaan mobil dinas tersebut. "Info dari Kadis lama mobil digunakan bukan saat tugas. Jadi yang bersangkutan yang harus bertanggung jawab. Tapi, kita lihat apa langkah berikut," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Urban Kotabunan saat dimintai keterangan mengaku, saat mendapatkan informasi langsung bergerak ke lokasi. Dirinya mengaku, melakukan pengecekan apakah ada tindakan fisik yang terjadi. "Syukur tidak ada. Tapi kita berupaya lakukan Mediasi antara Herry dan Sekkab untuk menyelesaikan masalah ini," tandasnya.(cw-05/ite)

Kirim Komentar