16 Jan 2018 09:57
Peduli Siswa Kurang Mampu, Penyaluran KIP Digenjot

Perluas Akses Pendidikan

MyPassion
Suasana pengumpulan berkas untuk penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 7 Manado. Foto: Agung Sigiono/MP

MANADO—Memasuki tahun ajaran baru, pemerintah terus melakukan perluasan pendidikan. Salah satunya melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), untuk menyentuh anak tidak mampu di sekolah. Tetapi hal tersebut harus diawasi. Jangan sampai penyalurannya tidak merata.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, DR Deysie Lumowa mengatakan, sejauh ini penyaluran KIP sudah merata. “Penyaluran sudah merata. Dan dipastikan diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang mampu,” terangnya.

Lanjutnya, jika ada yang mengatakan masih ada anak miskin yang belum menerima, itu tidak benar. “Karena nyatanya, dari pihak sekolah masing-masing yang menilai siapa yang layak menerima dan tidak layak mendapat KIP,” tukasnya.

Disamping itu, ditegaskan Lumowa, untuk pengambilan KIP tidak bisa diwakilkan guru atau lainnya. “Hanya bisa mengambil pencairan KIP yang bersangkutan. Ataupun diambil orang tua atau orang tua wali,” jelasnya.

Sementara itu, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut Asiano Gammy Kawatu SE MSi, realisasi penyaluran KIP dari 15 kabupaten/kota sudah berjalan dengan baik. “Meskipun ada yang bertambah ada pula yang berkurang. Kita tidak tahu kan siapa yang akan menjadi kaya atau miskin. Tentunya setiap tahun ada perubahan. Untuk tahun lalu saja penyalurannya sekira Rp 2 miliar,” ungkap Kawatu.

Diakuinya penyaluran KIP masih ada beberapa persoalan termasuk pendataan.  “Hal ini dikarenakan ada siswa yang tidak lagi bersekolah masih terdaftar di sekolah. Bahkan, ada juga siswa yang berhak menerima tidak mendapatkan KIP,” akuhnya. Sehingga dikatakan Kawatu, tahun ini pihaknya akan membuat pendataan lagi. “Karena masih ada penyaluran KIP tidak tepat sasaran,” sambung Kawatu. (ela/ria)

Kirim Komentar