15 Jan 2018 10:03

2,7 Juta Penumpang Terbang dari Bandar Samrat

MyPassion
MENINGKAT: Peningkatan jumlah penumpang di Bandara Samrat selain karena faktor kunjungan Wisman namun disebabkan oleh gaya hidup warga Sulut yang gemar bepergian. Foto: Reza Mangantar/MP

MANADO—Sebanyak 2,7 penumpang terbang dari Bandara Iternasional Sam Ratulangi (Samrat), Manado. Jumlah ini adalah penumpang yang berangkat dari Bandar Samrat sepanjang tahun 2017. Angka ini mengalami kenaikan sekira 4 persen dari tahun 2016. “Selain jumlah penumpang, peregarakan kargo pun mengalami peningkatan. Yakni sebesar 13 persen atau sebanyak 13,7 ribu ton,” beber GM Angkasa Pura I Bandara Samrat Minggus Gandeguai.

Dia berujar, tahun lalu jumlah penumpang internasional berperan besar dalam peningkatan jumlah penumpang di Bandara Samrat. Dimana, jumlah penumpang internasional mencapai 170 ribu atau naik 77 persen dari tahun 2016. “Sementara untuk penumpang internasional banyak didominasi oleh penumpang asal Tionglok. Sebanyak 164,9 ribu penumpang,”  katanya.

Dengan pun berjanji dengan banyaknya jumlah penumpang tersebut, pihaknya akan mengimbangi dengan sarana prasarana yang ada, untuk menunjang operasional. “ Sarana dan prasarana akan terus diperbaiki, pelayanan akan semakin ditingkatkan. Agar semua penumpang akan merasakan kenyaman, dan tahun ini jumlah penumpang akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Sementara, meningkatkan jumlah penumpang melalui Bandara Samratr menurut pengamat ekonomi Sulut Dr Ventje Illat, tak terlepas dari berubahnya pola hidup masyarakat Sulut. Dimana menurutnya sudah mengalami perkembangan. “Para penumpang bukan hanya berasal dari luar negeri yang akan datang ke Sulut. Tetapi banyak juga masyarakat Sulut yang ingin berpergian keluar daerah bahkan keluar negeri,” katanya.

Dia menambahkan, hal tersebut menandakan jika masyarakat Sulut mengalami peningkatan kesejahteraan. Meskipun tidak menampik, jika saat ini perekonomian Sulut belum terlalu maju, namun pola hidup masyarakatnya sudah mulai mengalami kemajuan. “Saat ini banyak orang yang menabung hanya untuk liburan. Hal ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu, dimana mereka lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk membeli barang mewah maupun produk yang bisa dikonsumsi,” sorot Illat.

Tapi, dia melanjutkan, dari segi ekonomi, kemajuan sektor pariwisata yang ada di Sulut ikut mendongkarak besarnya jumlah penumpang. Karena saat ini banyak para wisatawan asing yang datang ke Sulut, untuk menikmati beberapa tempat pariwisata di Sulut. “Jika lonjakan penumpang akan terus bertambah setiap tahun, maka perekonomian Sulut dipastikan akan semakin membaik,” pungkasnya. (ctr-02/fgn)

Kirim Komentar