13 Jan 2018 08:43

Tetty Cs Dukung Mantan Wartawan Ketua DPR

MyPassion
Christiany Paruntu

MANADO—Siapa pengganti Setya Novanto (Setnov) sebagai Ketua DPR-RI terus jadi perhatian publik. Kini mengerucut nama Bambang Soesatyo atau akrab dikenal Bamsoet, yang kemungkinan akan dipilih Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto. Diketahui, Bamsoet memulai karirnya di industri media dan jurnalistik di 1985 menjadi wartawan pada Harian Umum Prioritas. Di 1991, menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis dan di 2004 menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya.

Partai Golkar Sulut pun mendukung penuh keputusan DPP. Seperti diungkapkan Ketua Golkar Sulut Christiany ‘Tetty’ Paruntu. "Kita serahkan sepenuhnya kepada ketua umum, karena itu kewenangan beliau. Kita tidak mengusulkan siapapun," tutur Paruntu.

Senada Ketua Golkar Sitaro Pit Kuera. “Kalau memang sudah keputusan DPP, maka itu sudah mutlak dan sah. Kita sebagai kader partai, harus menuruti. Lagi pula, itu merupakan permasalahan internal dari DPP," singkat Kuera. Di Minahasa, dukungan penuh pun diberikan pengurus. Ketua Golkar Minahasa Careig Runtu melalui Sekretaris Febry Suoth mengatakan, pihaknya total mendukung figur Bambang Soesatyo menjadi orang nomor satu di lembaga tertinggi wakil rakyat ini. "Jika memang beliau yang dipercayakan DPP, kami mendukung," kata Suoth

Sekretaris PG Bolmong Marthen Tangkere ikut menegaskan, apapun keputusan DPP, tetap mendukung. "Karena saya pikir, yang lebih tahu jelas siapa pengganti Setya Novanto adalah DPP. Siapapun yang dikaderkan saat ini, pasti kader yang sudah paripurna," kata Tangkere.

Diketahui, Jumat (12/1) kemarin, nama Bamsoet makin kencang dihembuskan sebagai Ketua DPR-RI menggantikan Setnov. Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Mahyudin menyebut, pengganti Setnov sebagai Ketua DPR sudah mengerucut kepada Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet. "Memang nama yang ada dari Partai Golkar sendiri, Pak Bambang Soesatyo yang mungkin akan menduduki Ketua DPR RI," kata Mahyudin di Gedung DPR.

Wakil Ketua MPR ini mengatakan, telah mengetahui Bamsoet bakal menjadi Ketua DPR sebelum ada Munaslub di Jakarta. Sejumlah senior partai, termasuk Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, diklaim juga sudah mengetahuinya.

Dengan demikian, Mahyudin mengklaim tidak ada penolakan maupun gejolak yang terjadi di internal partainya atas keputusan tersebut. "Sampai kemarin, kami di rapat pleno fraksi enggak ada yang menolak, tuh. Karena menurut yang saya tahu, termasuk Pak ARB selaku ketua dewan pembina, sudah tahu nama itu. Dari awal sudah tahu semua," bebernya.

Menurutnya, Bamsoet memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk menggantikan Setnov sebagai Ketua DPR. Meski ikut dalam keanggotaan Pansus Angket KPK, hal itu dinilai tidak menjadi masalah.

"Beliau melaksanakan tugas partai. Nah, jadi enggak (masalah) kaitannya dengan slogan Golkar Bersih, kecuali Pak Bambang bermasalah secara hukum dengan korupsi maka itu bisa bertentangan," katanya.

Mahyudin berkata, pengumuman dan pengajuan nama Bamsoet ke DPR, tidak perlu menunggu hasil keputusan rapat pleno DPP Golkar. Namun, karena menganut prinsip kolektif kolegial, maka hal itu akan disampaikan terlebih dahulu dalam rapat pleno oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. "Nanti disampaikan di rapat pleno, cukup disampaikan saja saya kira," tandasnya. Begitupula halnya dengan mengonsultasikan penunjukan Bamsoet ke Presiden Joko Widodo atau Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tidak ada rujukan aturan yang disebut harus dilakukan mengenai hal itu, karena merupakan kewenangan DPR dan juga Partai Golkar.

"Jadi tidak ada yang perlu dikonsultasikan. Tapi kalau Ketum ingin berkonsultasi karena beliau juga masih menteri, saya kira hal-hal baik dilakukan tidak tercantum dalam UU," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyatakan, hingga saat ini pimpinan DPR belum menerima surat dari Fraksi Golkar terkait nama ketua DPR. Namun, ia memprediksi, Fraksi Golkar paling lambat akan menyerahkan nama tersebut pada akhir Januari 2018.

"Kalau saya melihat trennya bisa minggu-minggu ini. Karena Golkar juga ingin ada yang sudah menduduki pimpinan di DPR," ujar Agus terpisah.(tim mp/cnn/gel)

Kirim Komentar