13 Jan 2018 09:15
Pendekar Anti Koruptor dari Jawa

Putra Eks Dirintelkam Polda Sulut Pimpin Polres Minsel

MyPassion
SELAMAT BERTUGAS: Kapolres Minsel yang baru AKBP FX Winardi Prabowo bersama istri tercinta usai pelantikan di Mapolda, Kamis (11/1). Foto: Jendri Dahar/MP

Pemegang komando Markas Polisi Resort (Mapolres) Minsel berganti. Sosok pengganti AKBP Arya Perdana muncul ke publik. Pria asal Cirebon memperkenalkan diri di hadapan Sidang Paripurna Tutup Buka DPRD, kemarin.

 

SOSOKNYA tampak tegas namun humanis. Meski sedikit kaku, dia tampak tak sungkan meminta bantuan jajaran pejabat yang telah lebih dulu mengenal wilayah tugasnya. Itulah sepintas tentang AKBP Fransiskus Xaverius Winardi Prabowo, SIK.

Alumnus Akademi Kepolisian 1999 itu, merupakan putra mantan Dirintelkam Polda Sulut Alm Drs Johanes Narji. Tidak heran, Sulut bukan tempat baru baginya. Track record mantan Kasubdit Tipikor Polda Kalsel pun terbilang mentereng. Sejak menjabat setahun lalu, Ardi, sapaan akrabnya, berhasil membongkar 28 kasus korupsi di sana. 25 Di antaranya bahkan telah P21. Tak salah, julukan pendekar anti korupsi disematkan kepadanya.

Setelah lulus Akpol, pria kelahiran 1 Desember 1977, pertama kali ditugaskan sebagai Kasatreskrim Polres Malang.

Namun, pengalaman terberat didapat saat menjadi Kasubdit Jatanras Polda Sumsel. "Anak buah saya pernah disandera. Kalau di sana kita harus mengepung tersangka kalau tidak kita yang diserang masyarakat," tuturnya.

Diceritakan, tugas sebagai Kapolres Minsel pertama kali diterima saat sedang menjalankan tugas sebagai ketua panitia Natal Polda Kalsel. "Memang kado Natal terindah bagi saya. Dapat kabar dari teman-teman yang langsung telepon kasih selamat " ujarnya.

Pria ramah ini pun mengaku prioritas utamanya adalah mengawal Pilkada Mitra. "Setelah ini saya akan langsung melakukan pemetaan wilayah tugas. Terutama di wilayah yang akan pilkada," ungkap dia.

Sementara itu, Arya sendiri mengaku telah menitipkan sejumlah tugas prioritas. Ada beberapa pekerjaan rumah yang belum sempat diselesaikan. "Kita harap keamanan dan ketentraman bisa tetap dijaga. Soal inovasi tergantung masing-masing pejabat," tuturnya.(jen/gnr)

Kirim Komentar