13 Jan 2018 09:27

Ngopi Sambil Wi-Fi Masih Favorit

MyPassion

MANADO—Warung kopi dan restoran di Kota Manado kian menjamur. Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ada 47 rumah makan dan rumah kopi yang tersebar di Manado sampai 2017. ”Data ini berdasarkan yang mengurus izin usaha di DPM dan PTSP. Masih ada juga belum memperpanjang izin usahanya,” kata Kepala DPM dan PTSP Bismark Lumentut SE.

 

Menurutnya banyak usaha restoran, dan rumah kopi yang ada di Manado tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi di Manado yang membaik. ”Hal ini menarik investor, wiraswata untuk membuka restoran dan kafe,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, kemudian sudah menjadi tren, orang Manado masih pagi suka nongkrong di rumah kopi, minum, dan sarapan pagi, sambil berdiskusi. “Ini sudah menjadi gaya hidup. Makanya rumah kopi dan restoran terus berkembang. Karena pasarnya banyak,” ujarnya.

Pengamat ekonomi Noldi Tuerah mengatakan, banyak rumah kopi di Manado karena  ada perubahan perilaku dari konsumen yang ingin nongkrong sambil minum kopi. “Waktu dulu rumah kopi hanya sedikit. Ini menjadi peluang bisnis yang dulu belum tergarap dengan baik. Sehingga orang berlomba-lomba membuka bisnis rumah kopi, kafe dan restoran,” ungkapnya.

Dia juga memprediksi ke depan, bisnis rumah kopi akan terus bekembang. Bisa saja rumah kopi hanya menjual khusus kopi tidak campur dengan makanan, karena peminat kopi yang semakin banyak. ”Ke depan rumah kopi, kafe, dan restoran hanya memiliki produk yang baik yang akan bertahan. Seiring banyaknya orang yang membuka bisnis ini,” terangnya.

Dia juga menambahkan, orang nongkrong di kafe dan rumah kopi sambil minum kopi dan sebagainya sudah menjadi gaya hidup di zaman sekarang. ”Apalagi kalau sudah ditambah Wi-Fi gratis, akan membuat orang lebih betah nongkrong di kafe dan rumah kopi,” tandasnya.

Pengamat sosiologi Lidya Kandowangko SSos MA mengatakan gaya hidup orang Manado saat ini memang tak bisa dilepaskan dengan rumah kopi. “Nongkrong dengan teman dan kolega itu sudah biasa di Manado. Rumah kopi jadi salah satu pilihan. Apalagi kalau rumah kopi itu disediakan fasilitas lebih. Misalnya wi-fi,” sebutnya.

Terpisah, Irfan Nento (barista) Rumah Kopi DB 89 mengatakan, pelanggan yang datang memesan kopi banyak. "Kalau lagi banyak kita sering kelabakan. Tetapi itu tidak menjadi masalah bagi kami, karena kami tidak mengandalkan suasana tapi lebih ke cita rasa kopi yang kami sajikan berbeda dari yang lain,” ujarnya. Dia membeberkan harga kopi mulai dari Rp 9 ribu sampai Rp 35 ribu tergantung varian rasa yang disajikan.(ite/gel)

Kirim Komentar