13 Jan 2018 08:54

Mantan Wali Kota Asal Manado Segera Disidang

MyPassion
Eddy Rumpoko

JAKARTA—Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, kelahiran Manado, segera menjalani persidangan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (12/1) menyerahkan berkas barang bukti dan tersangka (pelimpahan tahap 2) ke tahap penuntutan. Pelimpahan itu juga dilakukan terhadap Edi Setiawan, kepala bagian unit layanan pengadaan (nonaktif) Kota Batu. 

 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan seiring pelimpahan tersebut, penahanan kedua tersangka dugaan suap pengadaan proyek mebeler Pemkot Batu 2017 itu dipindahkan dari Rutan KPK ke Lapas Klas IIA Sidoarjo dan Lapas Klas 1 Surabaya, Medaeng. "Persidangan akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya," kata Febri di gedung KPK, kemarin. 

Febri menjelaskan, selama tahap penyidikan total 47 saksi telah diperiksa untuk kedua tersangka. Keduanya juga diperiksa sebanyak 5 kali selama rentang waktu penyidikan September-Desember. Unsur saksi meliputi pengusaha yang pernah mengerjakan proyek di Pemkot Batu serta para pejabat dan staf pemerintah kota. "Ada pula staf bank dan swasta lainnya" jelasnya. 

Sejauh ini, pihak pemberi suap, Filipus Djab sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Artinya, Eddy Rumpoko dan Edi Setiawan akan menyusul Filipus berstatus terdakwa. Jadwal persidangan Eddy dan Edi menunggu pihak pengadilan. "Kami berharap persidangan berjalan lancar," imbuh mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Sebagaimana diwartakan, Eddy disangka menerima suap dari Filipus terkait dengan proyek mebeler di Pemkot Batu senilai Rp 5,9 miliar. Sebagian suap, yakni sebesar Rp 300 juta, diduga digunakan untuk melunasi pembelian mobil Alphard untuk Eddy Rumpoko. Kasus suap pertama di Pemkot Batu yang diusut KPK itu terbongkar melalui operasi tangkap tangan (OTT). (jpg/can) 

Kirim Komentar