13 Jan 2018 08:40

Kurangi Waktu di Facebook

MyPassion

FACEBOOK kembali mengubah kebijakan konten News Feed miliknya. Mereka akan lebih sering menampilkan berita dari keluarga dan orang-orang terdekat pengguna.

 

Hal ini bakal dilakukan Mark Zuckerberg, pencipta jejaring Facebook. Pernyataan itu, ditulis di laman facebook miliknya, agar pengguna tidak berlama-lama di Facebook.

"Saya berharap waktu yang dihabiskan orang-orang di Facebook akan turun, namun saya juga berekspektasi waktu yang Anda pakai saat mengakses aplikasi ini menjadi lebih berharga," terang Mark dalam keterangan di laman Facebooknya, Kamis (11/1).

Hal ini dilakukan Facebook lantaran Zuck percaya ini adalah hal yang benar. Dengan demikian, hal dipercaya malah akan memberi perubahan ini akan baik bagi komunitas dan bisnis mereka dalam jangka panjang.

Perubahan ini diharap Facebook bisa membuat penggunanya merasa lebih positif saat meninggalkan media sosial itu alih-alih merasa negatif.
"Kami merasa bertanggungjawab untuk memastikan layanan dalam aplikasi bukan hanya sekadar menyenangkan untuk digunakan, tetapi juga baik untuk pengguna," jelas Mark Zuckerberg dalam tulisan yang diunggah dalam blog Facebook.

Sebelumnya, Facebook mendorong konten dari media dan konten viral yang muncul di News Feed Facebook. Cara itu disebutkan Facebook membuat penggunanya jadi lebih pasif dan kurang menikmati konten yang ada di News Feed-nya.

Perubahan ini diharapkan bisa memberikan konten yang lebih memancing percakapan dan interaksi antar pengguna. "Kami memprediksi unggahan yang dapat membuat anda ingin berinteraksi dengan teman Anda, dan meletakkannya di feed," ungkap Adam Mosseri, yang menjabat Head of News Feed di Facebook.

Lebih jauh Adam menjelaskan bahwa unggahan pilihan tersebut memberi kesempatan bagi pengguna untuk menciptakan percakapan yang tidak mudah putus.

Facebook tercatat sudah beberapa kali melakukan perubahan serupa. 2015 lalu, perusahaan berkomitmen untuk mengurangi unggahan dari keluarga dan teman pengguna.

Tapi kebijakan ini diubah 2016. Saat itu, Facebook mendorong agar unggahan yang dibagi oleh orang-orang yang diketahui pengguna lebih diutamakan ketimbang dari media massa dan bisnis lainnya.

Terpisah, Pengamat Sosial Nelly Matheosz mengatakan, media sosial sebenarnya merupakan salah satu hal yang penting saat ini. Ada banyak hal positif yang ditimbulkan. Asalkan cara penggunaannya tidak terlalu berlebihan. “Media sosial sebenarnya bagus. Tapi masyarakat sendiri yang tidak mampu menggunakannya dengan baik,” sorot Matheosz.

Lanjutnya, Kepala Jurusan Antropologi Unsrat ini membeberkan, jika saat ini banyak masyarakat yang justru menggunakan medsos sebagai wadah saling menghujat dan memuat hal-hal yang tidak etis dilihat dan diumbar didepan publik.

“Dapat dikatakan, saat ini moral masyarakat sudah semakin buruk akibat adanya medsos,” jelasnya. Sembari mengimbau semua masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan medsos. “Jangan mudah diperbudak oleh medsos. Kemajuan teknologi memang tidak dapat kita hindari, tapi kita harus memilih dan memilah hal mana yang baik untuk kita lakukan. Raih keuntungan positif dari medsos, bukan malah diperbudak olehnya,” tukas Matheosz.(*/ria)

Kirim Komentar