13 Jan 2018 08:55

BI Checking Dasar Pemberian Kredit

MyPassion

MANADO—Bank Indonesia (BI) memiliki sistem BI Checking untuk meminimalisir potensi kredit macet. Hal ini harus dimanfaatkan perusahaan pembiayaan.  Sistem BI Checking penting dalam memberikan kredit untuk melihat track record calon nasabah atau calon kreditur.

Pengamat ekonomi Dr Victor Lengkong menuturkan, berkaca dari sistem yang belum terintegrasi atau terpadu tentu pihak BI harus memberikan data informasi seluruh nasabah yang pernah bertransaksi melalui perbankan. “Dan itu menjadi barometer atau ukuran layak tidaknya calon kreditur tersebut,” katanya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat ini mengatakan, hal ini untuk menghindari kegiatan operasional perbankan yang kontraproduktif. “Artinya yang kredit macetnya tergolong tinggi,” ucapnya. Hal ini juga alasan BI sebagai otoritas di Indonesia khususnya yang memegang kendali dan mengawasi sistem operasi bank memberi rambu-rambu kepada para analisis kredit untuk memperhatikan hal tersebut. Termasuk daftar yang berpotensi bermasalah. “Sehingga para analis kredit terbantu dengan data BI Checking tersebut,” tegasnya.

Perbankan dalam hal ini terbantu dalam menilai sebuah usaha layak diberikan pinjaman kredit dan atau yang bersangkutan menunjukkan kapasitas untuk mengembalikan pinjaman termasuk kepercayaan jaminan yang diberikan. “Selain itu juga menyangkut perjalanan individu, calon kreditur dalam hal proses pinjam meminjam selama hidup sampai saat dia melakukan permohonan tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sistem ini memiliki tingkat keakurasian yang tinggi. “Sistem ini sudah digunakan dalam sistem perbankan dan juga pada lembaga pembiayaan yang menyangkut proses simpan pinjam,” pungkas Sekretaris ISEI ini. (ctr-01/fgn)

Kirim Komentar