12 Jan 2018 09:42

Ratusan Sertifikat Tanah Siap Dibagikan

MyPassion

Ditambahkannya, untuk target 2018 sekira 2.200 lahan. Ditambah 3.500 bidang untuk target pengukuran. “Untuk pengukuran totalnya sekira 3.500 bidang. Sedangkan untuk target sertifikasi sesuai dengan yang dianggarkan, sekira 2.100 bidang. Ditambah 100 bidang khusus UKM, yang difokuskan di Kecamatan Matuari.

Di Kota Kotamobagu, target penerbitan 10 ribu PTSL sedang dipacu.  Wali Kota Ir Tatong Bara menuturkan, PTSL gratis akan diperjuangkan kembali, dengan jumlah lebih besar lagi. “Jika 10 ribu sertifikat bisa diterbitkan tahun lalu melalui Prona PTSL, 2018 ini saya akan berusaha maksimal bantuan ini ada lagi dengan angka besar yakni 30 ribu sertifikat gratis. BPN akan kasih jatah lagi lebih besar,” beber Tatong.

Sementara, Kepala ATR/BPN Kotamobagu, Deany Keintjem mengatakan, pihaknya bakal menambah sekira 20-30 ribu PTSL di tahun 2018. “Apalagi didukung penuh oleh Wali Kota Ir Tatong Bara, dengan tidak membebankan biaya pengukuran, materai dan patok kepada masyarakat,” tandas Deany.

Di Minahasa, sebanyak 2.000 bidang tanah telah berhasil disertifikatkan tahun 2017. "Guna menunjang program Presiden Joko Widodo, tahun ini secara nasional kita ditargetkan menyelesaikan sertifikat sebanyak 9 juta bidang tanah," ungkap Kepala BPN Minahasa Ramilin Sinurat. 

Sementara, Kepala Seksi Pengadaan Tanah, Theresye Mamengko menyatakan, pihaknya tahun ini mengagendakan pembuatan sertifikat bagi UKM dan Pertanian. “Sama rata UKM 200 bidang dan sektor pertanian juga 200,” ujarnya.

Kata dia, di Minahasa, masih terdapat kurang lebih 150.000 bidang tanah belum memiliki sertifikat. Olehnya, dirinya berharap masyarakat dapat memanfaatkan program PTSL.

“Masih banyak, di Kecamatan Langowan Raya, Tompaso, Remboken dan Tombariri. Asalkan, tanah itu bebas sengketa, siap kita bantu,” tegasnya.

Kepala BPN Minahasa Selatan Tjatur Wahjoedi mengungkapkan,  tingkat kesadaran masyarakat terhadap keabsahan pemilikan tanah masih minim. Pasalnya, dari 120 ribu hektar lahan di Minsel, baru 30 persen yang bersertifikat. “Alasannya pun bervariasi. Belum memiliki modal untuk melakukan pengurusan. Karena sibuk lah atau biasanya tanahnya warisan dan belum dilakukan pembagian,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dari target PTSL tahun 2017, empat kecamatan jadi fokus. Di antaranya, Modoinding, Tareran, Tumpaan dan Tareran Suluun. “Target kita 3000,” ujarnya. Sementara, tahun ini, pihaknya bakal mengusulkan 10.000 sertifikasi menjadi target PTSL. “Ya, paling kurang setengah saja dikabulkan itu sudah lumayan,” tuturnya. (Tim MP/fgn)

12
Kirim Komentar