12 Jan 2018 12:49

Klaim-mengklaim SK Golkar dan PAN

MyPassion
NGOTOT: Proses pendaftaran Richard Kainage di KPU Sitaro dengan membawa SK pembatalan pengusungan Partai Golkar atas nama Ronal Takarendehang dan Rudolf Parerra, Rabu (10/1).

SITARO—Pendaftaran calon bupati di Sitaro berlangsung penuh drama saat injury time, Rabu (10/1). Pasalnya, terjadi saling klaim SK Golkar antara dua pasangan calon, yakni Richard Kainage dan Ronald Takarendehang.

Tepatnya 10.30, Rabu (10/1), Richard Kainage, merapat ke KPU dengan menggunakan kemeja putih. Dia datang seorang diri tanpa pendamping dari DPD I Golkar Sulut maupun DPD II Golkar Sitaro. Dia mengaku membawah SK pembatalan pengusungan partai atas nama Ronal Takarendehang dan Rudolf Parerra.

"Ini SK dari DPP yang saya bawa. Serta SK pengusungan atas nama saya. Maka saat ini saya tinggal menunggu DPD II Golkar Sitaro, datang merapat, untuk mengusung saya, yang sudah resmi diusung partai. Jika memang sampai jam deadline DPD II tidak datang, maka saya akan membeberkan isi surat ini, ke media," tegasnya. Namun sayangnya, hingga batas waktu pendaftaran, DPD II Golkar Sitaro tidak muncul. Pendaftaran Richard Kainage tidak dapat diterima KPU.

Terpisah, Ronald Takarendehang ketika dimintai tanggapan memilik tidak berkomentar lebih. "Saya no comment. Namun pastinya pendaftaran saya sah, karna didampingi pihak DPP, DPD I Sulut dan DPD II Sitaro. Jadi itu sah, dan hingga saat ini saya tetap calon yang diusung partai Golkar," singkatnya.

Selain drama Golkar itu, ada juga drama versi PAN. Pada pukul 11.10, Bob Janis datang merapa ke KPU Sitaro dengan membawa SK PAN dan Hanura. SK itu menurutnya mengusung dirinya sebagai calon bupati melalui partai gabungan. Bob yang saat itu datang seorang diri nampak gelisa ketika menunggu ketua PAN Sitaro. "Cepat ke sini. Jangan membantah. Ini merupakan SK DPP. Saya harap ketua datang," tegasnya pada seseorang yang ditelpon. Namun usai batas pendaftaran, pengurus PAN Sitaro tak kunjung datang.

Paslon AAB Maliogha, yang sudah datang lebih dulu untuk melengkapi berkas mengungkapkan, dia yang resmi diusung PAN, Nasdem dan Gerindra. "Dengan ini juga, menandakan saya sudah pensiun, sebagai Kasdim Merdeka per tanggal 4 Januari. Tentu saja pencalonan ini, sudah sah," tutupnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sitaro Stephen Londok membenarkan ada dua bakal calon yang menyusul mendaftar. “Namun usai melakukan verifikasi dua paslon tersebut ditolak karena KPU tidak bisa memastikan diusung parpol mana. Sebab sesuai dengan ketentuan paslon harus didaftarkan oleh pengurus parpol tingkat provinsi, sesuai dengan PKPU Nomor 3 2017 tentang pencalonan pada pasal 39," tandasnya. (drp/can)

Kirim Komentar