12 Jan 2018 14:06

Anggaran 2 Miliar Untuk Disdukcapil

MyPassion
TIDAK NYAMAN: Para warga yang menunggu mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dukcapil harus rela antri sampai ke luar kantor. Foto: Dewi Muntia/MP

BOLMONG—Anggaran sebesar Rp 2 miliar dialokasikan untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bolmong untuk tahun ini. Anggaran yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2018 ini pun diharapkan dapat meningkatkan pelayanan. “Untuk tahun ini anggaran di Disdukcapil dibanderol Rp 2 miliar. Untuk pelayanan masyarakat lewat pembuatan fasilitas antrian atau ruang tunggu, serta kegiatan dinas yang akan turun ke 200 desa,” Kepala Dinas (Kadis) Disdukcapil Bolmong Iswan Gonibala.

Kegiatan jemput bola ini, menurut Gonibala, karena banyak warga yang masih belum memiliki surat lengkap. Baik itu E-KTP, akte kelahiran, bahkan yang sudah menikah tapi tidak memiliki surat nikah.  “Ini merupakan tugas dari Disdukcapil, bagaimana membuat semua warga lengkap administrasi. Dan diharapkan pula agar warga bekerja sama. Karena, percuma dari tim Disdukcapil turun di setiap desa, tapi warganya tidak ingin melakukan perekaman E-KTP,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum turun ke desa, pihaknya pasti sudah melapor ke Sangadi. “Karena kan sebelum kami turun ke desa-desa, pastinya akan ada pemberitahuan bagi sangadi,” katanya. Anggaran untuk rehabilitasi gedung juga dialokasikan. “Ada begitu banyak masyarakat datang mengurus berkas, dan sebagian besar pasti hanya berdiri menunggu ada kursi antrian yang kosong,” ungkapnya.

Karenanya, pihaknya membangun satu ruangan di samping kantor. “Nanti kalau sudah siap dipakai, maka ruangan tersebut merupakan ruangan pelayanan masyarakat. Dengan dilengkapi fasilitas yang layak. Misalkan ada ruang tunggu, dan tidak berdesak-desakan,” katanya.

Sau Meilani Harani, salah satu warga yang mengurus administrasi kependudukan mengakui, sempitnya ruangan dan banyak orang yang antr. “Kadang harus rela berdiri untuk tunggu antrian,” keluhnya. Dari segi pelayanan, dia mengatakan sudah baik. “Kalau untuk pelayanan di sini baik, dan tidak mempersulit. Hanya saja harus antri,” pungkasnya. (tr-01/fgn)

Kirim Komentar