12 Jan 2018 09:14

7.654 Warga Sulut Jalan-jalan ke Luar Negeri

MyPassion

MANADO—Ribuan warga Sulawesi Utara hobi jalan-jalan ke luar negeri. Ini bisa dilihat dari data pengurusan paspor tahun 2017. Penerbitan paspor baru ada 7.761. Dengan rincian kategori biasa 7.654. Sedangkan kategori paspor TKI hanya 107 penerbitan. Sementara itu, untuk data keseluruhan penerbitan paspor yang meliputi penggantian karena rusak, kena bencana, hingga habis masa berlaku, tahun lalu menembus 13.942.

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Manado Friece Sumolang MH mengatakan, sebagian besar masyarakat yang datang mengurus paspor, mempunyai tujuan untuk wisata. “Paling banyak untuk wisata, dan tempat wisata yang sering menjadi sasaran para pengurus paspor ini adalah Singapura,’’ bebernya.

Lanjutnya, dengan banyaknya masyarakat yang datang mengurus paspor, bentuk pengawasan terhadap berkas-berkas terus ditingkatkan. Guna menjamin keamanan. Semua yang datang mengurus paspor, dimintakan data yang lengkap. “Tujuan pergi akan kami tanyakan, dan jika ada data-data yang tidak lengkap, dan kurang meyakinkan kami akan menunggu hingga benar-benar beres. Setelah itu paspor akan kami berikan,” tegasnya.

Ditambahkan, masih banyaknya paspor yang dikeluarkan Imigrasi setiap tahun, membuktikan jika ekonomi masyarakat Sulut mengalami peningkatan. “Ini membuktikan jika perekonomian masyarakat Sulut semakin baik. Apalagi tujuan pengurusan paspor paling banyak untuk wisata yang membutuhkan uang yang banyak,” jelasnya.

Ditambahkannya, pengurusan paspor sudah lebih mudah. Karena akan menggunakan sistem antrean secara online. Jadi, setiap orang yang akan mengurus paspor bisa menggunakan android untuk mengatur sendiri waktunya untuk mengurus paspor, tanpa harus datang ke Imigrasi lagi. “Ini merupakan peraturan dari Imigrasi pusat dan harus diberlakukan di seluruh Indonesia termasuk di Manado,” paparnya. Wilayah kerja Imigrasi Manado diketahui meliputi Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan hingga Kabupaten Minahasa Tenggara.

Lanjut Sumolang, dalam hal pelayanan keimigrasian, banyak hal yang sudah dilakukan. Antara lain, pemberian izin masuk dan keluar bagi orang asing dan WNI di Bandara Sam Ratulangi Manado, penerbitan paspor RI bagi WNI, penerbitan dan perpanjangan izin keimigrasian bagi orang asing baik izin tinggal kunjungan (ITK), izin tinggal terbatas (ITAS), dan izin tinggal tetap.

Untuk penegakan hukum dan keamanan negara, Kanim terus melakukan pengawasan keimigrasian. Diantaranya pembentukan tim pengawas orang asing (Timpora) di kabupaten/kota dan operasi gabungan dengan instansi terkait. “Selain itu, kami juga melakukan tindak pidana keimigrasian (pro justitia), tindakan administratif keimigrasian, dan penolakan masuk bagi orang asing serta pencegahan keluar wilayah bagi WNI dan orang asing,” jelas putra Tomohon tersebut.

Sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat, menurutnya Imigrasi berusaha memberikan kemudahan pemberian izin masuk dan izin tinggal bagi investor yang melakukan kegiatan investasi di wilayah Sulawesi Utara. Untuk meningkatkan pelayanan imigrasi, Kanim terus berupaya melakukan berbagai inovasi. Di antaranya membuka antrian yang bisa diakses secara online. “Kami juga bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam hal pembayaran PNBP keimigrasian, dan jasa pengiriman paspor RI,” tandas Sumolang.(gnr)

Kirim Komentar